Jurnalis Italia: Chivu Ajari Fabregas Pentingnya Kemenangan bagi Klub, Pemain, Kota dan Pemilik

Cristian Chivu
Cristian Chivu Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

Sebagai pelatih, ia dinilai gagal membawa pulang kemenangan yang memiliki arti besar—tidak hanya untuk tim, tetapi juga untuk kota, suporter, dan pemilik klub yang telah berinvestasi besar.

Nama Mirwan Suwarso sebagai presiden klub turut disorot, mengingat kontribusinya dalam membangun proyek Como.

Dengan dukungan finansial dan manajemen yang solid, hasil di lapangan seharusnya bisa lebih maksimal.

Baca Juga:Luciano Moggi: Skuad AC Milan Lebih Kuat dari JuventusClaudio Ranieri Tinggalkan AS Roma

“Kekalahan pertama mungkin masih bisa dimaklumi, ketika Inter menunjukkan kekuatan mereka untuk membalikkan keadaan di laga liga di Stadion Sinigaglia. Namun kekalahan kedua jelas sulit diterima,” tulis Di Benedetto.

“Como bahkan sempat mendominasi Inter di San Siro dalam semifinal Coppa Italia, tetapi tidak belajar dari kesalahan sebelumnya dan akhirnya kalah 3-2 setelah kebobolan tiga gol dalam waktu kurang dari 10 menit,” lanjutnya.

Sebagai pelatih, Fabregas seharusnya mampu membawa pulang kemenangan yang akan sangat berarti bagi klub, pemain, kota, dan juga pemilik yang telah berinvestasi besar dengan sangat baik,” bebernya.

Kritik serupa juga diarahkan kepada Palladino. Atalanta BC datang ke semifinal melawan Lazio dengan status unggulan, berkat kualitas skuad yang lebih baik.

Namun, mereka gagal mengatasi pengalaman Sarri yang mampu mengelola pertandingan dengan lebih matang.

Memang, Atalanta menunjukkan peningkatan signifikan setelah melewati awal musim yang sulit di bawah Ivan Juric.

Namun menurut Di Benedetto, kebangkitan itu belum cukup untuk bersaing di level tertinggi.

Baca Juga:Siapa Juara Liga Inggris Jika City dan Arsenal Punya Poin yang Sama di Akhir MusimSiapa Samuel Martinez? Bocah 17 Tahun Titisan Kaka dari Kolombia

Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Palladino. Ia dituntut untuk meminimalkan kesalahan dan membawa Atalanta kembali ke jalur perebutan tiket Liga Champions.

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan jelas: sepak bola bukan hanya soal ide atau gaya bermain, tetapi juga tentang hasil konkret.

Bagi Di Benedetto, kemenangan—seperti yang ditunjukkan Chivu dan Sarri—memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar main cantik di lapangan.

0 Komentar