Claudio Ranieri Tinggalkan AS Roma

Claudio Ranieri
Claudio Ranieri melambaikan tangannya kepada pendukung AS Roma usai menjalani laga terakhirnya di Stadion Olimpico. Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Keputusan besar mengguncang internal AS Roma. Claudio Ranieri resmi meninggalkan klub ibu kota Italia tersebut, membuka jalan bagi semakin kuatnya posisi pelatih Gian Piero Gasperini dalam proyek baru Giallorossi.

Kepergian Ranieri bukan sekadar pergantian figur biasa. Sosok yang pernah menjadi pemain, pelatih, hingga penasihat senior klub ini dianggap sebagai salah satu “bendera” Roma.

Namun setelah dua pekan terakhir diwarnai ketegangan internal, pemilik klub, Dan Friedkin dan Ryan Friedkin, akhirnya mengambil keputusan bersama Ranieri untuk mengakhiri kerja sama yang telah berjalan dalam lima fase berbeda.

Baca Juga:Siapa Juara Liga Inggris Jika City dan Arsenal Punya Poin yang Sama di Akhir MusimSiapa Samuel Martinez? Bocah 17 Tahun Titisan Kaka dari Kolombia

Meski pengumuman resmi tinggal menunggu waktu, perpisahan ini disebut sebagai kesepakatan bersama.

Langkah tersebut diambil demi memberikan ruang lebih luas dan dukungan penuh kepada Gasperini, yang baru bergabung pada musim panas lalu namun langsung menjadi pusat proyek jangka panjang Roma.

Tidak hanya Ranieri, perubahan besar juga berpotensi terjadi di jajaran manajemen.

Frederic Massara, direktur olahraga yang ditunjuk langsung oleh Ranieri untuk menggantikan Florent Ghisolfi, kemungkinan besar juga akan meninggalkan klub.

Hal ini semakin menegaskan bahwa Roma sedang melakukan restrukturisasi menyeluruh, baik di dalam maupun luar lapangan.

Situasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir di Trigoria mencerminkan adanya “ultimatum” internal.

Baik melalui pernyataan terbuka maupun sikap diam dari pihak terkait, konflik kepentingan antara dua visi berbeda akhirnya mencapai titik puncak.

Baca Juga:Pengamat Italia: Chivu Mirip Mourinho dan Lebih Baik dari InzaghiBangkitkan Marwah Los Galacticos, Madrid Ingin Boyong Victor Osimhen

Hasilnya jelas: Gasperini keluar sebagai figur yang dipercaya untuk memimpin arah baru Roma.

Ironisnya, Ranieri justru menjadi salah satu pihak yang sebelumnya mendorong penunjukan Gasperini.

Dalam konferensi pers pada Juni lalu, ia sempat mengungkapkan pandangannya secara jujur dan khas.

Ranieri bahkan sempat berseloroh bahwa Gasperini adalah sosok yang “tidak disukai”, termasuk oleh dirinya sendiri, meski di balik candaan itu, tersimpan keyakinan besar terhadap karakter sang pelatih.

Ia menilai Gasperini sebagai figur dengan kepribadian kuat—pelatih yang tidak pernah puas, selalu menuntut lebih, dan terus mendorong peningkatan, baik untuk tim maupun individu pemain.

0 Komentar