RADARTASIK.ID – Real Madrid kembali dikaitkan dengan proyek ambisius yang mengingatkan publik pada era legendaris “Los Galacticos”.
Setelah musim yang dinilai belum memenuhi ekspektasi, raksasa La Liga itu disebut tengah menyiapkan langkah besar dengan membidik striker tajam milik Galatasaray, Victor Osimhen.
Menurut laporan media Turki, Madrid melihat Osimhen sebagai sosok ideal untuk menjadi wajah baru proyek kebangkitan mereka.
Baca Juga:Chelsea dalam Bencana Usai Ditinggal Abramovich: Habiskan Dana Rp28,9 Triliun Tanpa Satu Gelar PunDaftar 4 Pemain Bintang Bebas Transfer yang Jadi Buruan AC Milan dan Juventus
Penyerang timnas Nigeria itu tampil impresif sepanjang musim, mencatatkan 19 gol dan tujuh assist meski sempat terganggu masalah kebugaran.
Performa tersebut membuatnya dibanderol sekitar €100 juta atau setara Rp1,7 triliun.
Ketertarikan Madrid bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Los Blancos memang tengah membangun ulang kekuatan tim dengan kombinasi pemain muda dan bintang kelas dunia.
Namun, kehadiran penyerang murni di kotak penalti dinilai masih menjadi kebutuhan utama—peran yang dinilai bisa diisi dengan sempurna oleh Osimhen.
Ambisi ini sekaligus menghidupkan kembali memori era “Los Galacticos”, sebuah periode di awal 2000-an ketika Madrid mengumpulkan para superstar dunia dalam satu skuad.
Nama-nama seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo Nazario, hingga David Beckham menjadi simbol kekuatan sekaligus daya tarik global klub.
Meski sempat menuai kritik karena dianggap terlalu fokus pada pemasaran dibanding keseimbangan tim, era Galacticos tetap menghadirkan kejayaan dan menjadikan Madrid sebagai magnet sepak bola dunia.
Baca Juga:Manchester City Rebut Puncak Klasemen, Arsenal Dihantui Kutukan Spesialis Runner UpBursa Transfer Serie A: AS Roma Incar Victor Munoz, Inter Siap Korbankan Andy Diouf Demi Ederson
Kini, dengan generasi baru seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior, wacana kebangkitan “Galacticos versi modern” kembali mengemuka.
Namun, kedatangan Osimhen tentu akan menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya dalam hal keseimbangan taktik.
Mbappe saat ini tampil luar biasa sebagai mesin gol utama, sementara Vinicius tetap menjadi ancaman dari sisi sayap.
Jika Osimhen bergabung, pelatih harus mampu meramu komposisi lini depan agar ketiganya bisa berfungsi optimal tanpa saling mengganggu peran.
Di atas kertas, trio Mbappe–Osimhen–Vinicius berpotensi menjadi salah satu lini serang paling mematikan dalam sejarah sepak bola modern.
Namun seperti yang pernah terjadi di era Galacticos, mengumpulkan pemain bintang saja tidak cukup—dibutuhkan manajemen taktik dan ego yang tepat agar proyek tersebut benar-benar berhasil.
