Sementara itu, kabar lain datang dari Inggris. Chelsea secara resmi mengumumkan pemecatan Liam Rosenior, mengakhiri masa jabatannya lebih cepat dari yang direncanakan.
Dalam pernyataan resmi klub, manajemen tetap memberikan apresiasi atas profesionalisme dan dedikasi sang pelatih selama menangani tim.
Namun, hasil yang tidak konsisten menjadi alasan utama keputusan tersebut.
Chelsea menilai performa tim belum memenuhi standar yang diharapkan, terutama di fase krusial musim ini ketika target lolos ke kompetisi Eropa masih dipertaruhkan.
Baca Juga:Chelsea dalam Bencana Usai Ditinggal Abramovich: Habiskan Dana Rp28,9 Triliun Tanpa Satu Gelar PunDaftar 4 Pemain Bintang Bebas Transfer yang Jadi Buruan AC Milan dan Juventus
Untuk sementara, posisi pelatih akan diisi oleh Calum McFarlane hingga akhir musim.
Ia ditugaskan untuk menstabilkan performa tim sekaligus menjaga peluang di liga domestik dan Piala FA.
Di saat yang sama, manajemen Chelsea juga mulai melakukan evaluasi menyeluruh guna menentukan pelatih permanen yang tepat untuk jangka panjang.
Proses ini diharapkan dapat membawa stabilitas yang selama ini sulit ditemukan oleh klub London tersebut.
Dua cerita berbeda dari dua raksasa Eropa ini menggambarkan dinamika sepak bola modern yang berbeda.
Di satu sisi, Real Madrid mencoba membangun kembali kejayaan dengan pendekatan “Galacticos”, sementara di sisi lain, Chelsea masih berjuang menemukan arah setelah serangkaian keputusan besar yang belum membuahkan hasil.
