Hari Bumi di Kota Tasikmalaya: Hulu Air Bungursari Tergerus, Seruan “Ngarumat Cai” Menguat

peringatan Hari Bumi di Kota Tasikmalaya
Sembilan budayawan membawa kendi air dan 9 tanaman dalam ritual Ngarumat Hulu Cai di Bungursari Kota Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Manusia tanpa air pasti sangat berat. Ini momen untuk menyadarkan diri,” tuturnya.

Ia juga menyinggung fenomena banjir dan genangan yang kerap disalahkan pada alam, padahal akar persoalannya adalah manusia yang lalai menjaga aliran air.

“Kalau banjir, itu bukan salah air, tapi salah kita yang tidak merawat jalan air,” ujarnya, menyentil.

Baca Juga:Api Membesar dari Dapur Warung Hanguskan Rumah di Dadaha Kota TasikmalayaCalhaj Kota Tasikmalaya Kloter 4 Berangkat Pagi Ini, Barang “Aneh” Siap Disikat

Pemkot Tasikmalaya, lanjut Diky, mulai merancang pengelolaan sumber daya air yang lebih terstruktur.

Sejumlah mata air seperti Gunung Nangka, Situ Cibutak, dan Cibunigeulis dipandang sebagai potensi strategis yang harus dijaga sekaligus dikelola berkelanjutan, termasuk peluang pengembangan layanan air bersih seperti PDAM.

Di tengah laju urbanisasi dan eksploitasi yang kian agresif, kegiatan “Ngarumat Hulu Cai” menjadi pengingat yang nyaring: menjaga air tak cukup di hilir.

Ia harus dimulai dari hulu—dari pohon yang ditanam, tanah yang dijaga, dan kesadaran yang tak lagi boleh ditunda. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar