Chivu Tak Mau Dibandingkan dengan Mourinho: Saya Tidak Peduli dengan Gelar

Cristian Chivu
Cristian Chivu Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik dengan perbandingan sejarah, termasuk dengan legenda klub Jose Mourinho.

Fokusnya saat ini hanya satu: bekerja maksimal demi tim meski Chivu kini berada di ambang pencapaian luar biasa.

Setelah membawa Inter melakukan comeback dramatis melawan Como di semifinal Coppa Italia, Nerazzurri memastikan tempat di partai final yang akan digelar pada 13 Mei.

Baca Juga:Cari Pengganti Salah, Liverpool Ancam Pupuskan Impian Juventus Datangkan Kolo MuaniKlub Arab Saudi Rayu Rabiot Tinggalkan AC Milan: Tawari Gaji Rp469 Miliar 

Tak hanya itu, Inter juga semakin dekat dengan gelar Serie A musim ini, bahkan berpotensi mengunci Scudetto dalam laga berikutnya.

Situasi ini menempatkan Chivu dalam jalur sejarah.

Jika berhasil meraih Scudetto dan Coppa Italia, ia akan menjadi salah satu dari sedikit pelatih yang mampu mencatatkan prestasi besar bersama Inter, mengikuti jejak Mourinho yang pernah mempersembahkan treble pada 2010.

Menariknya, Chivu bukan sosok asing dengan kesuksesan tersebut. Saat masih aktif sebagai pemain, ia merupakan bagian dari skuad Inter yang meraih treble bersejarah di bawah Mourinho.

Kini, sebagai pelatih, ia berpeluang mengulang kejayaan, meski dalam peran berbeda.

Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan disandingkan dengan Mourinho, respons Chivu justru tegas dan sederhana.

Ia menolak larut dalam narasi perbandingan dan menegaskan bahwa dirinya tidak terobsesi dengan gelar.

“Anda mengatakan itu karena Anda menyukai gelar, tetapi saya tidak,” ujar Chivu dalam wawancara seusai pertandingan.

Baca Juga:Laporta Impikan  Bastoni dan Julian Alvarez, Barcelona Buang Marcus RashfordDitumbangkan Inter Usai Unggul 2-0, Jurnalis Italia Tuding Como Terjebak dengan Permainan Cantik

“Saya mencurahkan hati dan jiwa saya untuk tim yang saya latih. Saya hanya ingin melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin dan membalas kepercayaan orang-orang yang percaya kepada saya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan karakter Chivu sebagai pelatih yang lebih menekankan proses dibandingkan pencapaian individu.

Baginya, kesuksesan adalah hasil dari kerja kolektif, bukan sekadar trofi atau catatan sejarah.

Meski demikian, peluang untuk mencatatkan namanya dalam buku sejarah tetap terbuka lebar.

Jika berhasil menyegel gelar liga, Chivu akan masuk dalam daftar elit pelatih Serie A yang mampu meraih prestasi serupa, sejajar dengan nama-nama besar seperti Massimiliano Allegri, Sven-Goran Eriksson, Marcello Lippi, hingga Ottavio Bianchi.

0 Komentar