Di tengah derasnya distraksi digital, langkah ini mungkin tampak sederhana, tapi justru di situlah letak kekuatannya.
Ke depan, komunitas berharap gerakan ini tak berhenti di lingkar ibu-ibu. Literasi, seperti cerita, semestinya menyebar—lintas usia, lintas ruang.
Di Tasikmalaya, perlawanan itu sudah dimulai dari suara paling dasar: membacakan cerita. (ayu sabrina barokah)
