Wakil MUI Desa Cayur Diduga Dianiaya, Kasusnya Ditangani Polres Tasikmalaya

wAKIL mui DIANIAYA
Sejumlah warga mendatangi Polsek Cikatomas menuntut proses hukum terhadap pelaku penganiayaan Kiai. (ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, dihebohkan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Abdul Yani, yang diketahui merupakan Wakil MUI Desa Cayur.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum anggota salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Blok Pasir Madang.

Insiden penganiayaan terjadi pada Rabu (15/4/2026), sekitar pukul 13.30 WIB di Kampung Surian, Blok Pasir Madang, Desa Cayur.

Baca Juga:Besok PPP Kota Tasikmalaya Memilih Ketua Sekaligus Menentukan Nasibnya!Kehilangan Rasa Malu!

Berdasarkan laporan yang dicatat kepolisian, sebelum peristiwa terjadi, seorang saksi bernama Imin mendatangi rumah korban, yitu Kiai Abdul Yani, dengan maksud meminta singkong.

Selanjutnya, sang kiai bersama Imin pergi menuju kebun milik korban untuk mengambil singkong sambil menyabit rumput.

Dalam perjalanan, keduanya melewati sekretariat ormas tersebut di Blok Pasir Madang yang saat itu tengah dipadati massa karena sedang ada acara halal bihalal.

Saat melintasi lokasi tersebut, Kiai Abdul Yani dan Imin tiba-tiba dikejar oleh sejumlah massa dan kemudian diberhentikan.

Dua orang dari kelompok tersebut menunjuk sang kiai sambil meneriakkan tuduhan bahwa ia selama ini dianggap menghasut perlawanan terhadap ormas mereka.

Tak lama kemudian, salah seorang terduga pelaku yang diketahui berasal dari Desa Lengkongbarang, Kecamatan Cikatomas, diduga langsung melakukan kekerasan fisik terhadap Kiai Abdul Yani.

Pelaku disebut mencekik serta menanduk wajah dan pipi sang kiai menggunakan kepala, yang mengakibatkan memar, bengkak, serta gigi goyang.

Baca Juga:Wabup yang Jarang Diam!Pemkab Tasikmalaya Masih Bungkam, Isu Cashback Pinjaman Daerah Belum Terjawab

Peristiwa tersebut turut disaksikan oleh saksi lain, termasuk Ketua RT setempat. Bahkan, saat saksi mendekat, massa juga sempat melakukan tindakan kekerasan berupa pencekikan terhadap saksi.

Sehari berselang, ratusan umat Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolsek Cikatomas, Kamis (16/4/2026).

Mereka mendesak aparat segera menangkap pelaku dan menuntaskan kasus tersebut tanpa tarik-ulur.

Kapolsek Cikatomas, AKP Sukiran, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

Ia menyampaikan bahwa penanganan kasus telah dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

“Kasus ini sudah ditangani Polres Tasikmalaya. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.

Terkait motif penganiayaan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Dugaan sementara, insiden tersebut berkaitan dengan adanya perselisihan antara korban dan oknum anggota ormas.

0 Komentar