Ribut dengan Ranieri, Gasperini Emosional Jelang Laga Lawan Atalanta: Aku Bukan Orang Jahat

Gian Piero Gasperini
Gian Piero Gasperini Tangkapan layar DAZN
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Momen tak biasa terjadi menjelang laga penting yang akan mempertemukan Gian Piero Gasperini dengan mantan klubnya, Atalanta.

Pelatih yang kini menangani AS Roma itu menunjukkan sisi emosionalnya dalam konferensi pers prapertandingan, bahkan sampai meninggalkan ruangan dengan mata berkaca-kaca.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Olimpico pada Minggu, (19/4) pukul 01.45 WIB tersebut sejatinya bukan sekadar laga biasa.

Baca Juga:Chivu Sindir Media Italia: Mereka Bilang Saya Pelatih Tidak Berpengalaman dan Akan DipecatDiincar Juventus, Rudiger Pilih Potong Gaji Demi Bertahan di Real Madrid

Selain berstatus “mantan”, Gasperini juga disebut tengah menghadapi ketegangan hubungan dengan penasehat senior Claudio Ranieri.

Kombinasi dua faktor ini tampaknya memengaruhi kondisi emosional sang pelatih.

Dalam konferensi pers di Trigoria, Gasperini awalnya berbicara tentang persiapan tim dan pentingnya pertandingan.

Namun suasana berubah ketika ia mulai mengenang masa-masa kebersamaannya di Atalanta, klub yang ia tangani selama hampir satu dekade dan berhasil ia bawa menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia.

Ia menyinggung eratnya hubungan antara tim, manajemen, dan lingkungan klub saat masih di Bergamo.

Menurutnya, kekompakan itu menjadi fondasi utama kesuksesan Atalanta selama bertahun-tahun.

“Di sana semuanya berjalan selaras. Klub, tim, dan lingkungan mendukung satu sama lain. Itu adalah kondisi ideal untuk membangun sesuatu yang besar,” ungkapnya sebelum emosinya mulai tak terbendung.

Gasperini kemudian terlihat semakin terharu saat mengingat peran keluarga Percassi dalam membangun Atalanta.

Ia menyebut bahwa keberhasilan klub bukan hanya hasil kerjanya sebagai pelatih, tetapi juga buah dari kerja sama yang solid dengan manajemen.

Baca Juga:Timnas Italia Bikin AC Milan dan Napoli Ragu dengan Masa Depan Allegri serta ConteInter Milan vs Cagliari: Chivu Pastikan Bastoni Absen

Situasi semakin emosional ketika ia menjawab pertanyaan yang membandingkan kondisi Atalanta dengan situasi di Roma saat ini.

Dalam penjelasannya, Gasperini menegaskan bahwa Atalanta tidak hanya mengandalkan pemain muda yang dijual mahal, tetapi juga memiliki inti tim yang kuat dan bertahan lama.

Namun, saat menyinggung perubahan kepemilikan klub dan hilangnya sosok penting yang dulu dekat dengannya, suara Gasperini mulai bergetar.

Ia kemudian menghentikan jawabannya, berdiri, dan meninggalkan ruangan konferensi dalam kondisi menangis.

Sebelum benar-benar pergi, ia sempat melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan: “Saya bukan orang jahat. Saya berada sembilan tahun di Bergamo dan delapan tahun di Genoa.”

0 Komentar