Momen tersebut ditutup dengan aksi emosional lainnya, ketika Gasperini menendang pintu saat keluar dari ruangan.
Insiden ini semakin menegaskan betapa besarnya tekanan emosional yang ia rasakan jelang laga melawan mantan klubnya.
Pertandingan melawan Atalanta kini bukan hanya soal tiga poin bagi Gasperini.
Baca Juga:Chivu Sindir Media Italia: Mereka Bilang Saya Pelatih Tidak Berpengalaman dan Akan DipecatDiincar Juventus, Rudiger Pilih Potong Gaji Demi Bertahan di Real Madrid
Lebih dari itu, laga ini menjadi perjalanan emosional yang mempertemukannya kembali dengan kenangan, konflik, dan identitas yang pernah ia bangun selama bertahun-tahun.
Dengan situasi yang memanas, publik tentu menantikan bagaimana Gasperini akan memimpin Roma di lapangan.
Apakah emosinya akan menjadi motivasi tambahan, atau justru menjadi beban dalam pertandingan yang sarat makna tersebut.
