Jurnalis Italia Tuding Cardinale Rusak Warisan Sejarah AC Milan: Kemenangan Dianggap Mengganggu

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kritik keras kembali diarahkan kepada manajemen AC Milan, khususnya kepada pemilik klub Gerry Cardinale.

Jurnalis Italia, Andrea Distaso, menilai kebijakan yang diambil dalam beberapa tahun terakhir justru mengikis identitas dan warisan besar Rossoneri sebagai salah satu klub paling bersejarah di dunia.

Menurut Distaso, wacana “revolusi” yang kembali mencuat di tubuh Milan bukanlah solusi, melainkan cerminan dari fondasi klub yang semakin rapuh.

Baca Juga:Chivu Sindir Media Italia: Mereka Bilang Saya Pelatih Tidak Berpengalaman dan Akan DipecatDiincar Juventus, Rudiger Pilih Potong Gaji Demi Bertahan di Real Madrid

Ia menegaskan bahwa perubahan demi perubahan memang bukan hal yang tabu dalam sepak bola. Namun, yang menjadi persoalan adalah siapa yang mengambil keputusan tersebut.

Dalam pandangannya, Milan saat ini dikelola oleh pihak-pihak yang merasa memahami sepak bola, tetapi belum mampu membuktikannya melalui hasil nyata di lapangan.

Selama tiga tahun terakhir, arah kebijakan olahraga klub dinilai tidak berada di tangan orang-orang yang benar-benar kompeten di bidangnya.

Lebih jauh, Distaso menyoroti perubahan paradigma di tubuh Milan. Klub yang dulu identik dengan ambisi juara kini dianggap hanya berorientasi pada target minimal: lolos ke Liga Champions.

Bahkan, capaian itu pun tidak disertai ambisi untuk bersaing hingga tahap akhir.

“Tidak bisa diterima jika klub sebesar Milan hanya menjadikan partisipasi di Liga Champions sebagai tujuan utama,” tulisnya.

Ia menilai, dalam beberapa musim terakhir, tidak terlihat keseriusan untuk benar-benar memburu gelar, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Baca Juga:Timnas Italia Bikin AC Milan dan Napoli Ragu dengan Masa Depan Allegri serta ConteInter Milan vs Cagliari: Chivu Pastikan Bastoni Absen

Yang lebih mengkhawatirkan, Distaso merasa muncul kesan bahwa kata “kemenangan” justru tidak lagi menjadi prioritas utama.

Ia melihat dalam era kepemilikan saat ini, kemenangan bahkan terasa seperti sesuatu yang “mengganggu” keseimbangan pendekatan bisnis klub.

Selain itu, Distaso juga mengkritik instabilitas yang terus terjadi. Sejak 2018, Milan telah mengganti enam pelatih berbeda, mulai dari Gennaro Gattuso hingga Massimiliano Allegri.

Di sisi lain, aktivitas transfer juga berlangsung sangat agresif, dengan total belanja mencapai sekitar 500 juta euro dalam empat tahun terakhir.

Namun, investasi besar tersebut dinilai tidak diiringi dengan perencanaan yang matang.

Pergantian pemain yang terlalu sering justru membuat tim kehilangan identitas dan stabilitas.

0 Komentar