“Jadi saya alihkan perhatian monyet liar yang berada di depan rumah warga. Saya pancing dengan cara diberi makan pisang, sementara saya perlahan berjalan ke belakang rumah,” terang Adis.
Upaya tersebut berhasil mengevakuasi dua anak Nanang sehingga dapat berangkat ke sekolah.
Adis menegaskan, kemunculan kawanan monyet liar di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan warga. Selain mengganggu aktivitas, hewan tersebut juga kerap menunjukkan perilaku agresif.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Bingung sekali kami bersama warga harus bagaimana menanganinya, kalau diusir bukannya pergi tapi malah balik menyerang. Darimana asalnya monyet-monyet tersebut, kami tidak mengetahui secara pasti,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, warga tidak mengetahui asal-usul kemunculan monyet tersebut karena di sekitar permukiman tidak terdapat hutan lebat.
“Kalaupun kawanan monyet dari Gunung Tawilis yang sudah terkenal sebagai habitatnya, kami kira nggak mungkin, karena jarak dari sini ke Gunung Tawilis itu lebih dari 50 kilometer,” ungkap dia.
Menurut Adis, fenomena ini baru terjadi dalam sekitar satu bulan terakhir. “Baru sekarang, sebelum-sebelumnya jangankan kawanan monyet, yang miara monyet juga tidak ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Sobirin, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait langkah penanganan dari pemerintah desa atas kejadian tersebut. (dik)
