TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sejumlah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi menggelar edukasi kepada kader posyandu sekaligus meluncurkan program Gerakan Sehat Anti Hipertensi Linggajaya (Gesit Lingga) di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Rabu (15/4/2026).
Acara peluncuran program dihadiri dosen pembimbing, Lurah Linggajaya, Kepala Puskesmas Sambongpari, Babinsa, serta tamu undangan lainnya.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai bahaya hipertensi dan praktik senam anti hipertensi yang dipandu langsung oleh para mahasiswa kepada peserta.
Baca Juga:Mohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!Adegan Drama Pemkot Tasik!
Seluruh rangkaian ini merupakan implementasi mata kuliah Perencanaan Evaluasi Kesehatan yang diikuti mahasiswa semester empat.
Ketua Pelaksana Acara, Alisa Elviyana, menjelaskan bahwa program Gesit Lingga dirancang sebagai upaya mencegah dan mengendalikan hipertensi, setelah tim mahasiswa menemukan penyakit tersebut sebagai persoalan kesehatan paling dominan di Kelurahan Linggajaya.
Temuan itu diperoleh dari hasil screening terhadap 121 sampel warga yang dilakukan sejak Februari lalu sebagai tahap awal pemetaan masalah kesehatan masyarakat.
Menurut Alisa, hasil temuan tersebut menjadi dasar bagi tim mahasiswa untuk memusatkan intervensi pada hipertensi, mengingat penyakit ini kerap tidak disadari penderitanya karena gejalanya sering tidak muncul pada tahap awal.
“Hipertensi itu merupakan penyakit silent killer, enggak ada enggak ada gejala atau keluhannya,” ujar Alisa.
Adapun pemilihan Kelurahan Linggajaya sebagai lokasi program, lanjutnya, juga didasarkan pada rekomendasi Puskesmas Sambongpari. Selain masih berada dalam wilayah binaan puskesmas, kawasan tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih karena kepadatan penduduknya cukup tinggi.
Sebagai bentuk pencegahan, mahasiswa menghadirkan pendekatan berbasis aktivitas fisik melalui senam anti hipertensi. Dalam sesi ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga tekanan darah tetap stabil, tetapi juga memandu langsung gerakan senam yang dirancang ringan agar aman diikuti warga dengan riwayat hipertensi.
Baca Juga:Bupati "Pinjaman"Dua PAC PPP “Meninggal” Sebelum Waktunya!
“Untuk saat ini kita adakan program berbasis senam karena kita menekankan aktivitas fisik. Aktivitas fisik itu sangat penting, untuk itu kita meluncurkan program senam anti hipertensi,” katanya.
Selain senam, edukasi kesehatan juga diperkuat dengan pembagian teh telang kepada peserta. Minuman herbal tersebut diperkenalkan sebagai alternatif pendamping pola hidup sehat karena diketahui memiliki manfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah.
