RADARTASIK.ID – Dua raksasa Eropa, Atlético Madrid dan Paris Saint-Germain, memastikan langkah ke babak semifinal Liga Champions 2025/2026 dini hari tadi.
Keduanya menunjukkan mental juara dalam menghadapi tekanan tinggi di fase gugur.
Atletico Madrid menjadi pemenang dalam derbi Spanyol melawan FC Barcelona di babak perempat final.
Baca Juga:Barcelona Disingkirkan Atletico Madrid, Boban: Yamal KelelahanMedia Italia: Inter Bidik Pemain Buangan Dortmund dan Arsenal
Meski kalah 1-2 pada leg kedua di Estadio Metropolitano, kemenangan 2-0 di leg pertama membuat tim asuhan Diego Simeone unggul agregat 3-2 dan berhak melaju ke empat besar.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Barcelona tampil agresif dan langsung unggul cepat lewat Lamine Yamal yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Atletico.
Tak lama berselang, kesalahan lain dari Clément Lenglet kembali dimaksimalkan oleh Ferran Torres untuk menggandakan keunggulan tim tamu.
Namun, Atletico tidak menyerah begitu saja. Serangan balik cepat yang dipimpin Ademola Lookman menghasilkan gol penting yang mengubah arah pertandingan sekaligus menjaga keunggulan agregat bagi Los Colchoneros.
Situasi semakin sulit bagi Barcelona setelah Eric Garcia kembali menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alexander Sorloth dalam peluang mencetak gol yang jelas.
Bermain dengan 10 orang, Barcelona kesulitan menjaga intensitas hingga akhir laga.
Peluang emas sempat datang di detik-detik akhir melalui Ronald Araujo pada menit ke-97, namun gagal dimaksimalkan.
Kegagalan itu sekaligus memastikan langkah Barcelona terhenti di perempat final.
Usai pertandingan, Simeone mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan timnya.
Pelatih asal Argentina itu menyebut perjalanan panjangnya bersama Atletico kini kembali menghadirkan momen emosional.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Inter Memenangkan Scudetto Meski Tak Punya Penjaga GawangDrogba Tak Mau Terjun ke Politik Meski Sukses Hentikan Perang Saudara di Pantai Gading
“Sudah 14 tahun saya melatih Atletico, dan ini semifinal Liga Champions keempat kami. Kami menghadapi tim luar biasa yang bermain cepat dan intens. Saat tertinggal 0-2 karena kesalahan kami sendiri, tim tidak runtuh, justru mulai bangkit,” ujar Simeone.
Ia juga memuji peran Antoine Griezmann yang memotivasi tim untuk tetap percaya diri.
Menurutnya, perubahan taktik dan pergantian pemain di babak kedua memberi energi baru yang membuat Atletico mampu mengontrol permainan.
Simeone bahkan mengakui adanya “sesuatu yang spesial” dalam perjalanan timnya musim ini.
