RADARTASIK.ID – Di tengah badai cedera yang melanda skuad utama AS Roma, pelatih Gian Piero Gasperini memutuskan memberi kesempatan kepada pemain didikan akademi Giallorossi.
Dalam laga penting untuk merebut tiket Liga Champions melawan Pisa pada Sabtu (11/4), ia memanggil Jacopo Mirra, kapten tim Primavera Giallorossi.
Kehadiran Mirra di skuad utama sejatinya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Bek muda ini sudah beberapa kali masuk dalam radar tim senior sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Baca Juga:Fans Marseille Ingin Pavard Pulang ke Inter, AS Roma Tunda Perpanjangan Kontrak Mancini dan CristanteIvan Brnovic Sanjung Striker Baru AC Milan: Andrej Kostic Perpaduan Pippo Inzaghi dan Solskjaer
Namun, hingga kini, ia masih menunggu momen untuk melakoni debut resminya bersama tim utama Roma.
Lahir di Roma pada 10 Juli 2006, Mirra adalah produk asli akademi Giallorossi dengan bergabung sejak usia 9 tahun dan berkembang sepenuhnya dalam sistem pembinaan klub.
Pusat latihan Fulvio Bernardini bukan sekadar tempat latihan, tetapi telah menjadi rumah kedua bagi pemain berusia 19 tahun tersebut.
Perjalanan panjangnya di level junior membuat Mirra matang tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mental.
Musim ini, ia dipercaya sebagai kapten tim Primavera—sebuah peran yang menegaskan kualitas kepemimpinan dan kepribadiannya di lapangan.
Dalam usia yang relatif muda, ia sudah menjadi panutan bagi rekan-rekannya.
Secara karakteristik, Mirra merupakan sosok bek tengah modern. Dengan tinggi badan mencapai 1,89 meter, ia memiliki keunggulan dalam duel udara.
Baca Juga:Pesan Perpisahan Emosional Simeone untuk Griezmann: Saya Menganggapmu Sebagai TemanLiverpool Andalkan Keajaiban di Anfield, Hakimi Kecewa PSG Cuma Menang 2-0
Namun, kekuatan utamanya bukan hanya pada fisik. Ia dikenal memiliki kontrol bola yang baik serta kemampuan membangun serangan dari lini belakang—atribut penting dalam sepak bola modern.
Mirra dominan menggunakan kaki kanan, tetapi fleksibilitasnya membuat ia juga bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan.
Kemampuannya membaca permainan dan visi distribusi bola menjadi nilai tambah yang membuatnya menarik di mata pelatih seperti Gasperini, yang dikenal menyukai pemain serba bisa.
Sepanjang musim ini, Mirra telah mencatatkan 26 penampilan bersama tim Primavera, semuanya sebagai bek tengah.
Namun, eksperimen sempat dilakukan ketika ia dimainkan sebagai wing-back kanan dalam skema 3-4-2-1 pada ajang Coppa Italia Primavera.
Sayangnya, percobaan tersebut tidak berjalan mulus karena ia harus ditarik keluar akibat cedera setelah hanya beberapa menit bermain.
