PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Di kawasan wisata pantai Pangandaran, pengelola sudah memasang beberapa rambu untuk wisatawan, termasuk larangan berenang. Rambu tersebut bukan semata dipasang tanpa alasan, melainkan panduan untuk keamanan.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Megi Perlumi, dari pantauan libur lebaran kemarin, masih wisatawan yang melakukan aktivitas berenang di kawasan zona berbahaya.
Padahal di zona larangan tersebut, sudah dipasangkan rambu-rambu dan atribut dilarang berenang.
Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian BanjirRumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya
”Seharusnya di zona terlarang tidak ada petugas pantai yang berjaga di kawasan tersebut. Hal ini karena rambu-rambu atau atribut larangan sudah terpasang,” katanya kepada Radar Jumat (3/4/2026)
Namun faktanya, masih banyak wisatawan yang bandel melakukan aktivitas berenang. “Punten yah, bukannya mau megeneralisirkan, tapi mental di kita (wisatawan) tuh kadang-kadang meski sudah ada peringatan, sudah tahu ada contoh-contohnya (insiden). Tapi selalu memberanikan diri dan tidak menghitung resiko yang nanti dihadapinya,” katanya.
Menurut Megi, beraktivitas di kawasan larangan berenang sangat beresiko besar terhadap keselamatan wisatawan. Menurutnya, nyawa lebih berharga dari segalanya.
”Saya punya tagar begini, ‘Tidak ada kesenangan yang sebanding dengan keselamatan jiwa’ artinya tidak ada kesenangan yang sebanding dengan nyawa,” ucapnya.
Megi berharap kepada wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran agar lebih memprioritaskan keselamatan jiwanya.”Jangan sampai liburan malah berujung maut,” jelasnya.(Deni Nurdiansah)
