TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah beragam hiruk-pikuk isu sosial di Kota Tasikmalaya, sekelompok remaja masjid justru memilih menyalakan lilin kepedulian.
Remaja Masjid Thoriqussalam (Remitha) Kampung Cikawung, Kelurahan Awipari, menutup rangkaian Kuliah Subuh dengan aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim dan warga lanjut usia (lansia), Minggu (16/3/2026).
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 150 anak yatim dan sekitar 50 lansia menerima santunan dalam kegiatan yang digelar di Masjid Thoriqussalam tersebut.
Baca Juga:Alarm MBG Jawa Barat Berbunyi, IKA PMII Tasikmalaya Sindir Dapur KaderInstagram Viman Digeruduk Akun ASN Kota Tasikmalaya Soal Pencairan THR
Ratusan jamaah dan warga sekitar turut memadati area masjid, menyaksikan kegiatan yang sudah rutin digelar sejak 2015 itu.
Ketua Pelaksana kegiatan, Andika Rama Pahlevi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana remaja masjid untuk menebar kepedulian di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun sejak 2015. Selain menjadi penutupan kuliah subuh, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan para lansia,” ujarnya.
Ketua Remitha Muhammad Adis Munawar menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara generasi muda, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintah yang selama ini ikut mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan warga.
Menurutnya, ketika banyak anak muda diasosiasikan dengan aktivitas yang jauh dari nilai sosial, Remitha justru ingin menunjukkan bahwa masjid tetap bisa menjadi pusat gerakan kebaikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra yang memberikan apresiasi atas konsistensi remaja masjid dalam menjaga tradisi berbagi di tengah masyarakat.
“Ini contoh gerakan positif dari anak-anak muda. Remaja masjid mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga kepedulian sosial terhadap sesama,”tutur Diky Candra.
Baca Juga:Pemancing Hilang di Sungai Ciwulan Kota Tasikmalaya, Motor Ditemukan Korban BelumTes Urin Diam-Diam di Pemkot Tasikmalaya, BNN: yang Bersih tak Perlu Gemetar
Ia menilai kegiatan seperti itu menjadi pengingat bahwa kekuatan sosial masyarakat tidak selalu lahir dari program besar, tetapi sering kali justru tumbuh dari gerakan kecil yang konsisten.
Selain unsur masyarakat dan pemerintah, kegiatan juga mendapat dukungan dari jajaran Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat yang membantu kelancaran acara.
Kehadiran aparat tersebut menjadi simbol sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga kegiatan sosial tetap berjalan tertib.
