IPAL di TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Belum Berfungsi Optimal, Ini Penyebabnya

Ipal TPA CIANGIR
Kondisi IPAL TPA Ciangir yang belum tersambung aliran listrik dinilai belum optimal. (Ayu Sabrina/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Ciangir dinilai belum berfungsi optimal. Temuan di lapangan menunjukkan air lindi masih keruh dan berbau menyengat, menguatkan keluhan aktivis lingkungan yang selama ini disampaikan.

Aktivis lingkungan asal Tamansari, Agus Sofyan alias Jarwo, menegaskan bahwa kondisi tersebut sesuai dengan laporan yang sebelumnya mereka ajukan. Menurutnya, pembangunan IPAL yang menelan anggaran miliaran rupiah belum memberikan dampak nyata terhadap pengolahan limbah.

“Faktanya sesuai. Apa yang kami adukan selama ini terbukti, kondisi air lindinya masih sama seperti sebelum ada IPAL,” ujarnya kepada Radar, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Pernyataan itu disampaikan usai audiensi bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya. Namun, forum tersebut dinilai tidak berjalan maksimal karena sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk wali kota, tidak hadir.

“Kami merasa kecewa karena tiap OPD yang diundang, termasuk wali kota, tidak hadir,” katanya.

Ia menilai, audiensi seharusnya menjadi ruang untuk menguji komitmen pemerintah sekaligus meminta penjelasan terkait penggunaan anggaran IPAL yang bersumber dari APBD. Ketidakhadiran pihak terkait dinilai mencerminkan kurangnya keseriusan dalam merespons persoalan lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, Jarwo memastikan akan menggelar aksi demonstrasi usai Hari Raya Idulfitri serta melayangkan laporan resmi terkait dugaan pencemaran dan penggunaan anggaran.

“Setelah hari raya kami akan melakukan aksi dan melaporkan dugaan pencemaran hingga penggunaan anggaran APBD untuk IPAL TPA Ciangir, karena faktanya tidak sesuai,” tegasnya.

Audiensi yang dihadiri LSM Triga Nusantara bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya ditunda. Penundaan dilakukan karena Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak hadir, meski telah beberapa kali dihubungi selama forum berlangsung.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, membenarkan bahwa audiensi belum dapat diselesaikan. Meski demikian, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan peninjauan ke TPA Ciangir.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

“Pagi tadi kami menerima audiensi dari LSM Triga Nusantara. Audiensinya sebenarnya belum selesai karena mereka meminta kepala dinas hadir, tapi tidak datang, akhirnya kami tunda,” ujar Anang.

0 Komentar