Ia menilai, dua peristiwa tersebut mengindikasikan lemahnya mitigasi risiko keuangan pemerintah daerah.
“Ini bukan kejadian tunggal. Ada pola. Kalau terus dibiarkan, stabilitas birokrasi di Kota Tasikmalaya bisa terganggu,” katanya.
Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditampilkan melalui citra di media sosial, tetapi harus dibuktikan lewat ketangguhan dalam mengelola anggaran dan memastikan hak pegawai terpenuhi tepat waktu. (rezza rizaldi)
