Menurutnya, masih terdapat kesenjangan kebijakan yang membuat kesejahteraan tenaga keperawatan belum sepenuhnya mendapat perhatian serius.
“Peran kami selain menjaga standar pelayanan juga melakukan advokasi bagi anggota, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan perawat,” tuturnya.
Mardiana menegaskan, profesi perawat memiliki kompetensi, tanggung jawab dan risiko besar dalam pelayanan kesehatan.
Baca Juga:Rampcheck di Terminal Indihiang, Viman Pastikan Bus dari Kota Tasikmalaya Layak JalanASN Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan WFH Jelang Lebaran, Sekda: Bukan Libur Panjang
Karena itu, standarisasi kesejahteraan tenaga kesehatan dinilai penting agar tidak terus berada di wilayah abu-abu kebijakan.
“Kalau bicara profesi, tentu harus ada standar yang jelas. Karena di dalamnya ada kompetensi, tanggung jawab, dan risiko besar saat melayani pasien,” katanya.
Ia juga menegaskan PPNI akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam berbagai program kesehatan seperti cek kesehatan gratis, penanganan stunting, hingga edukasi penyakit menular dan tidak menular.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, MM, menilai perawat merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan karena jumlahnya paling banyak di antara tenaga kesehatan lainnya.
Ia berharap para perawat tetap menjaga profesionalitas serta memberikan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
“Perawat itu ujung tombak pelayanan kesehatan. Harapan kami tetap solid, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan memang masih menjadi tantangan, terutama di tengah keterbatasan anggaran di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga:Kapolda Jabar Cek Pos Mudik Technopark Tasikmalaya, Pemudik Diminta Tak Memaksa BerkendaraNetizen Ramai-ramai Sentil Konser Pasca Lebaran di Kota Tasikmalaya
“Kalau melihat aturan seharusnya ada. Tapi kita juga melihat kondisi penganggaran di beberapa sarana kesehatan. Yang ada sekarang baru memenuhi standar yang ada, walaupun memang masih jauh dari harapan,” katanya.
Peringatan HUT PPNI ke-52 di Kota Tasikmalaya ini pun menjadi pengingat keras: di balik seragam putih yang selalu tampak sigap di ruang perawatan, masih tersimpan persoalan kesejahteraan yang belum sepenuhnya tuntas.
Perawat diminta tetap profesional, sementara kesejahteraan mereka masih sering berjalan tertatih di lorong kebijakan. (rezza rizaldi)
