“Mahasiswa kami ada tujuh orang yang sedang menjalani kegiatan MBKM di sana. Sekaligus kami melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan mereka,” tuturnya.
Menurutnya, kawasan NIF dinilai memiliki potensi besar sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa karena menghadirkan sistem pertanian terpadu.
“Di sana ada kandang ternak, kolam ikan, tanaman pakan ternak, sampai berbagai jenis unggas dan sapi. Ini tempat belajar yang sangat lengkap bagi mahasiswa,” katanya.
Baca Juga:RS Jasa Kartini Tasikmalaya Kembangkan Layanan Digitalisasi Sekda Umumkan Agenda Libur Panjang Lebaran ASN Kota Tasikmalaya, Tapi Ingatkan hal ini
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Pertanian Unsoed sekaligus memperluas jejaring antara kampus dan pelaku industri pertanian.
“Mahasiswa akan lebih percaya diri ketika lulus karena sudah punya pengalaman lapangan dan jejaring kerja,” tambahnya.
Meski demikian, Sakhidin juga memberi catatan ringan terkait akses menuju lokasi NIF yang berada di kawasan perbukitan.
“Medannya cukup menantang, jalannya menanjak dan kalau hujan agak licin. Tapi justru di situlah romantika belajar di lapangan—pertanian memang tidak selalu berada di jalan yang mulus,” jelasnya sambil tersenyum.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan sektor pertanian modern di wilayah Priangan Timur, yang terus mencari formula baru agar sektor pertanian tak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang dengan inovasi. (rezza rizaldi)
