TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Fenomena balapan liar yang kerap muncul saat Ramadan di sejumlah daerah, sejauh ini belum menjadi gangguan berarti di Kota Tasikmalaya.
Jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota mengklaim situasi masih relatif terkendali. Tak hanya itu, warga di sekitar jalur yang kerap digunakan balap liar pun turun tangan memasangi spanduk imbauan secara mandiri seperti di Jalan Mashudi.
Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya hanya menemukan satu kali kerumunan remaja pada awal Ramadan.
Baca Juga:Musisi Soroti Minimnya Venue Konser di Kota Tasikmalaya, Panggung Hiburan Masih “Nebeng” TempatASN Tasikmalaya Menunggu Keputusan Wali Kotanya!
Itu pun lebih kepada aktivitas ngabuburit, bukan balapan liar yang memacu adrenalin sekaligus menguji kesabaran warga.
“Untuk fenomena balapan liar sementara ini kami melakukan upaya pelaksanaan. Hanya satu hari saja pada saat awal puasa itu ditemukan kerumunan. Setelah itu sampai sekarang tidak ada lagi,” ujar Riki, Minggu (8/3/2026).
Menurut dia, salah satu faktor yang membuat situasi tetap kondusif adalah masifnya pergelaran personel di lapangan.
Setiap hari, kata dia, sekitar 100 personel diterjunkan untuk melakukan pengawasan di sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya.
“Pergelaran personel setiap hari kurang lebih 100 anggota kami terjunkan di jalan-jalan yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya,” katanya.
Tak hanya mengandalkan kekuatan personel, kondisi cuaca juga ikut “membantu”.
Hujan yang hampir turun setiap hari membuat niat sebagian remaja untuk menggelar balapan liar seperti kehilangan panggungnya.
Baca Juga:SIMLIMJalur Selatan Tasikmalaya Jadi Fokus Pengamanan Mudik Lebaran
“Selain pergelaran personel, kami juga dibantu oleh alam. Hampir setiap hari hujan, sehingga kegiatan-kegiatan balapan liar di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota tidak ada,” terangnya.
Selain balapan liar, fenomena perang sarung yang kerap menghiasi Ramadan di berbagai daerah juga tidak ditemukan di Kota Tasikmalaya.
Kondisi ini menurutnya patut disyukuri karena menunjukkan kesadaran masyarakat, terutama peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.
“Untuk perang sarung di Tasik kota tidak ada, alhamdulillah. Masyarakat Tasik Kota tertib dengan aturan, orang tuanya juga sayang terhadap anaknya,” tambah dia.
Meski demikian, Satlantas tetap mengingatkan generasi muda agar tidak terlena.
