Tarawih Keliling, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Jelaskan Soal Defisit Anggaran

Tarling Bupati Ciamis
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajarannya melakukan tarling di eks Kewadanan Banjarsari yaitu  Kecamatan Lakbok digelar di Masjid Besar Al Hidayah, Desa Cintaratu, Senin (23/2/2026) malam. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis memulai agenda Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menyasar lima eks kewadanan. Kegiatan perdana digelar di Masjid Besar Al Hidayah, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, wilayah eks Kewadanan Banjarsari, Senin (23/2/2026) malam.

Tarling tersebut dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, serta dihadiri unsur Forkopimda, kepala dinas, camat, dan kepala desa. Kehadiran jajaran pimpinan daerah menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam membangun kedekatan dengan masyarakat di bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan bahwa Tarling di Lakbok menjadi agenda pertama pada Ramadan tahun ini, sekaligus menandai genap satu tahun masa jabatan periode keduanya.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Ia mengakui, sejak awal masa kepemimpinan hingga periode kedua, pemerintah daerah menghadapi tantangan berat, terutama kondisi APBD yang mengalami defisit.

“Selama hampir satu tahun ini, ruang gerak kami sangat terbatas karena kondisi APBD kita tidak baik-baik saja,” katanya.

“Hal itu mengakibatkan defisit anggaran. Sehingga berdampak pada tersendatnya sejumlah pembangunan, baik infrastruktur jalan maupun fasilitas pendidikan,” tambahnya.

Meski ruang fiskal terbatas, pemerintah daerah tetap berupaya melakukan pembenahan bertahap agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan.

“Tentunya dalam menjalankan roda pemerintahan ini perlu peran bersama untuk Ciamis maju,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan insentif kepada guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru TPA, imam masjid desa dan kecamatan, serta Ketua RT dan RW. Bantuan Al-Qur’an diserahkan kepada DKM dan paket sembako kepada UPZ desa. “Keinginan kami tentu ingin meningkatkan nominalnya, namun kemampuan anggaran saat ini masih terbatas. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih maksimal dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (riz)

0 Komentar