JAKARTA, RADARTASIK.ID — Bandara Wiriadinata di Kota Tasikmalaya belum juga lepas dari status “bandara rindu pesawat.”
Untuk mengusir sepi yang sudah terlalu lama menetap, Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menggelar safari birokrasi: menemui maskapai dan kementerian, sambil membawa harapan agar landasan pacu tak sekadar jadi monumen aspal.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan wali kota setelah audiensi dengan pihak Kementerian Perhubungan pada Desember 2025 lalu, serta rapat koordinasi internal Pemkot Tasikmalaya pada Februari 2026.
Baca Juga:Sekretariat HMI Cabang Tasikmalaya Sempat Disegel, Kader Geram Hasil Pleno Tak Kunjung Datang Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor Unsil 2026–2030: Aripin, Asep Suryana, dan Ade Rustiana
Intinya satu: bagaimana caranya agar pesawat mau singgah, bukan sekadar lewat di langit.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tasikmalaya, H Hanafi, menyebut pemkot telah melakukan audiensi dengan manajemen Citilink pada Rabu (25/2/2026) di kantor pusat maskapai tersebut di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pertemuan itu membahas peluang kerja sama sekaligus dukungan operasional untuk membuka atau menguatkan kembali rute penerbangan dari dan menuju Kota Tasikmalaya.
“Kami ingin memastikan peluang penguatan layanan penerbangan ini bisa ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar wacana di ruang rapat,” ujar Hanafi.
Tak berhenti di maskapai, rombongan Pemkot Tasikmalaya juga menjadwalkan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (26/2/2026).
Agenda utamanya menyentuh soal regulasi dan dukungan pembiayaan daerah—dua hal yang kerap jadi alasan pesawat enggan mendarat.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Kota Tasikmalaya, H Asep Maman Permana, menilai koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar Bandara Wiriadinata tak terus hidup dari optimisme semata.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-VotingRSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Lebih Baik Disewakan daripada Jadi Museum karena Ventilator
“Sinergi pemerintah daerah, kementerian, dan pihak maskapai itu penting. Dengan dukungan regulasi dan pembiayaan yang tepat, layanan penerbangan di Tasikmalaya bisa lebih andal,” tuturnya.
Pemkot Tasikmalaya optimistis rangkaian pertemuan tersebut akan membuka kembali aksesibilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengangkat daya saing Kota Tasikmalaya di tingkat regional hingga nasional.
Kini bola ada di tangan maskapai dan pusat. Bandara sudah siap, pemkot sudah datang jauh-jauh ke Jakarta. Tinggal menunggu: apakah pesawat akan benar-benar mendarat, atau lagi-lagi hanya janji yang terbang tinggi tanpa jadwal kedatangan. (rls/firgiawan)
