RADARTASIK.ID – Massimiliano Allegri menegaskan bahwa AC Milan tidak berada di bawah level Inter Milan.
Pernyataan itu disampaikan pelatih Rossoneri dalam konferensi pers pra-pertandingan menghadapi Bologna pada Rabu (4/2) dini hari.
Laga krusial yang digelar di Stadion Dall’Ara dan berpotensi memengaruhi peta persaingan papan atas Serie A yang saat ini dikuasai Inter dengan keunggulan delapan poin atas Milan diurutan kedua.
Baca Juga:Media Italia: Fans Inter yang Melempar Petasan ke Emil Audero Kehilangan Jari TanganCurhat CEO Tether Usai Gagal Beli Juventus: Sepak Bola Italia Seperti Tahun 1990-an
Isu perbandingan kekuatan Milan dan Inter kembali mengemuka setelah pelatih Inter, Cristian Chivu, menyebut timnya selalu berada “di bawah ujian”. Chivu menyebut pemainnya mulai kehabisan energi karena harus bermain setiap tiga hari dan merasa timnya selalu dalam incaran tim lain.
“Kami selalu berada di bawah pengawasan karena semua orang berpikir kami masih yang terkuat,” kata Chivu.
Namun, Allegri merespons langsung narasi tersebut dan menolak anggapan bahwa Milan kalah kelas dari rival sekota mereka.
“Saya tidak mengatakan Milan lebih rendah dari Inter,” ujar Allegri.
“Saya hanya menjawab pernyataan Chivu. Inter sedang memimpin klasemen dan tentu memiliki peluang besar untuk menang. Dalam beberapa tahun terakhir mereka hampir selalu finis di dua besar,” lanjutnya.
Allegri juga memuji pekerjaan Chivu dan menilai pelatih asal Rumania itu tengah menjalani periode positif dalam karier kepelatihannya.
“Chivu melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Ia sempat menangani Parma selama dua bulan dan berhasil mengamankan posisi mereka dengan sangat baik. Sekarang dia juga bekerja dengan sangat baik di Inter,” puji Allegri.
Baca Juga:Siapa Jeremie Boga? Pemain Baru Juventus yang Pernah Diserang Penggemar Nice di Pusat PelatihanSihir Spalletti di Juventus Buat Jurnalis Italia Takjub: Ia Arsitek Kebangkitan Nyonya Tua
Dalam kesempatan yang sama, Allegri juga menyinggung perbedaan gaya antara Milan dan Inter, terutama saat menghadapi tim-tim papan bawah.
Inter kerap dinilai lebih klinis dan mampu ‘mematikan’ pertandingan lebih cepat, sementara Milan kerap menemui kesulitan.
Menurut Allegri, perbedaan itu bukan soal kualitas, melainkan karakteristik pemain.
“Kami punya pemain-pemain yang sangat bagus, tetapi dengan karakter yang berbeda dibandingkan Inter. Setiap tim punya ciri khas masing-masing,” tegasnya.
Allegri juga menyoroti ketatnya persaingan Serie A memasuki bulan Februari.
