RADARTASIK.ID – Kemenangan Inter Milan atas Cremonese justru ternoda oleh insiden serius di tribun tandang Stadion Giovanni Zini, Cremona.
Media Italia menyoroti peristiwa memalukan yang melibatkan pendukung Nerazzurri, di mana seorang fans dilaporkan kehilangan beberapa jari tangan setelah petasan yang hendak ia lempar justru meledak di tangannya sendiri.
Pertandingan Cremonese vs Inter yang berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tim tamu sejatinya berjalan relatif normal hingga jeda.
Baca Juga:Curhat CEO Tether Usai Gagal Beli Juventus: Sepak Bola Italia Seperti Tahun 1990-anSiapa Jeremie Boga? Pemain Baru Juventus yang Pernah Diserang Penggemar Nice di Pusat Pelatihan
Inter yang tampil dominan memastikan tiga poin berkat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama, sekaligus mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen Serie A.
Namun suasana berubah drastis di awal babak kedua.
Media Italia Corriere della Sera melaporkan bahwa kiper Cremonese, Emil Audero, yang pernah membela Inter di masa lalu, menjadi sasaran lemparan petasan dari sektor tribun pendukung Inter.
Insiden ini langsung memicu kepanikan di lapangan dan membuat pertandingan sempat terhenti.
Lebih buruk lagi, rekonstruksi kejadian mengungkap bahwa pelaku pelemparan adalah seorang ultras yang bertindak secara brutal dan tidak terkendali.
Setelah melempar petasan pertama ke arah Audero, pria tersebut mencoba menyalakan petasan lain.
Namun petasan itu justru meledak di tangannya sendiri. Akibat ledakan tersebut, ia dilaporkan kehilangan dua hingga tiga jari tangan.
Situasi di tribun semakin kacau. Pelaku bahkan sempat diserang oleh sesama penggemar sebelum akhirnya diamankan dan dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga:Sihir Spalletti di Juventus Buat Jurnalis Italia Takjub: Ia Arsitek Kebangkitan Nyonya TuaSiapa Bryan Zaragoza? Pemain Baru AS Roma yang Punya Tinggi 164 Cm
Menurut laporan media Italia, pria tersebut kini berada dalam perawatan medis sambil menunggu proses penangkapan oleh pihak berwenang.
Tak lama sebelum insiden terjadi, kelompok ultras Inter Curva Nord diketahui membentangkan spanduk bernada ambigu yang ditujukan kepada Oaktree, pemilik klub Inter Milan.
Pesan dalam spanduk tersebut berbunyi: “Dalam kemenangan dan dalam kesulitan, pelatih dan tim berada di sisimu.”
Spanduk itu ditafsirkan sebagai bentuk protes terselubung terhadap manajemen, meski tidak secara eksplisit bernada agresif.
Sebagai bentuk kekecewaan dan jarak emosional, para pemain Inter memilih untuk tidak mendatangi Curva setelah pertandingan usai.
