Curhat CEO Tether Usai Gagal Beli Juventus: Sepak Bola Italia Seperti Tahun 1990-an

Paolo Ardoino
Paolo Ardoino Foto: Tangkapan layar Instagram@paoloardoino_prdn
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Gagalnya upaya perusahaan kripto Tether untuk mengakuisisi Juventus masih meninggalkan buntut panjang.

Paolo Ardoino, CEO Tether, akhirnya buka suara dan menyampaikan kekecewaannya terhadap sistem sepak bola Italia yang ia nilai tertinggal jauh dari perkembangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Ardoino dalam program Black Box produksi Chora Media, di mana ia mengungkapkan detail di balik negosiasi yang berujung penolakan.

Baca Juga:Siapa Bryan Zaragoza? Pemain Baru AS Roma yang Punya Tinggi 164 CmEmil Audero Dilempar Petasan oleh Fans Inter, Curva Nord Terancam Ditutup

Menurut Ardoino, Tether datang dengan niat baik dan sikap rendah hati untuk membeli Nyonya Tua.

Mereka mencoba membuka dialog dengan Exor, perusahaan induk Juventus milik keluarga Agnelli, namun mendapat sambutan jauh dari harapan.

“Kami datang dengan rendah hati, tetapi tentu saja tidak disambut dengan senyuman lebar. Kami ingin membantu tim dengan potensi luar biasa,” ujar Ardoino.

Pernyataan tersebut merujuk pada upaya Tether pada Desember 2025, ketika perusahaan kripto terbesar di dunia itu mengajukan penawaran mengikat senilai sekitar 1,1 miliar euro, atau setara Rp18,7 triliun, untuk mengakuisisi mayoritas saham Juventus.

Tawaran tersebut mencakup rencana pembelian 65,4 persen saham Exor, dengan tujuan mengambil alih kendali penuh klub dalam jangka menengah.

Sebelum mengajukan tawaran tersebut, Tether sebenarnya sudah lebih dulu masuk ke struktur kepemilikan Juventus.

Pada Februari 2025, perusahaan berbasis aset digital itu tercatat telah membeli sekitar 10 persen saham minoritas klub.

Baca Juga:Juventus Hajar Parma 4-1, Media Italia Sebut Bremer Bermain seperti StrikerMateta Gagal Tes Medis di London, AC Milan Kirim Dokter ke Paris

Langkah itu disebut sebagai fase awal dari proyek jangka panjang Tether untuk mengintegrasikan teknologi kripto, blockchain, dan inovasi digital ke dalam industri olahraga.

Namun, ambisi tersebut kandas. Pada 13 Desember 2025, dewan direksi Exor secara bulat menolak proposal Tether.

Penolakan itu sekaligus menegaskan bahwa Juventus tidak berada dalam daftar klub yang siap dilepas ke investor baru, berapa pun nilai yang ditawarkan.

Bagi Ardoino, kegagalan ini bukan semata soal bisnis, melainkan cerminan dari masalah struktural yang lebih dalam. Ia melontarkan kritik tajam terhadap ekosistem sepak bola Italia.

“Sayangnya, dunia sepak bola di Italia masih terikat pada tahun 1990-an. Saat bisnis harus memiliki surat kabar dan tim sepak bola, dan klub digunakan sebagai alat politik, bukan sebagai perusahaan yang sesungguhnya,” kata Ardoino.

0 Komentar