Agus Ismail, Kepala Dinas PUPR, menyebut fokus 2026 tetap infrastruktur.
“Ya prioritas pertama kita tentu saja untuk perbaikan infrastruktur cuma kita juga sedang berproses untuk verifikasi lapangan jadi belum bisa naik tayang,” katanya.
Apalagi Februari 2026 masuk Ramadan. Pertengahan Maret Idulfitri. Fokus pemerintah terpusat pada pemeliharaan jalan untuk menghadapi arus mudik. Proyek lainnya, seperti Jalan Pamegatan itu, masih proses.
“Sekarang sudah berproses yang pra DPA yang Banjarwangi karena Banjarwangi kita akan ajukan ke IJD sebagai syaratnya yaitu penanganan yang bencana-bencana sepanjang jalur Pamegatan,” katanya.
Baca Juga:Lari yang Berubah Makna di Kota Tasikmalaya! (Part 1)Gelorakan Kedisiplinan, 93 Sekolah Ikuti LKBB Grilya Mustofa Nasional di MAN 1 Tasikmalaya
Pengadaan sudah tayang di e-katalog. Sekitar tiga paket. Nilainya Rp 5 miliar.
Sekarang, pertanyaannya: apakah 1.915 paket itu benar-benar bermanfaat? Atau hanya angka di layar SIRUP? Jalan mulusnya berapa persen? Benih kentangnya sampai ke sawah? Gedung ICU benar-benar nyaman?
Masyarakat menunggu. Transparansi diuji. Efektivitas diuji. Apakah Rp 1,7 triliun itu terasa di tangan warga Garut, atau cuma angka yang besar di awal tahun. (Agi Sugiana)
