BANJAR, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar bersama stakeholder terkait menggelar doa bersama lintas agama di momen pergantian tahun 2025 ke 2026.
Doa lintas agama di Pendopo Kota Banjar itu untuk mendokan warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatra.
Wali Kota Banjar H Sudarsono mengatakan, momen pergantian tahun kali ini dilakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak lagi pesta kembang api atau hiburan. Itu karena bangsa Indonesia sedang dilanda bencana.
Baca Juga:Ciamis Membuktikan: Dari Komitmen Jadi Prestasi, Rp24 Miliar Kembali untuk Rakyat!Refleksi Pergantian Tahun: Memoles Kembali Kaca Partai Politik yang Mulai Buram!
“Makanya kita gelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati, untuk mendoakan saudara-saudara kita, yang tertimpa bencana di Sumatra dan Aceh,” ucapnya Kamis (1/1/2025).
Dalam kesempatan tersebut, semua mendoakan agar bangsa Indonesia, khususnya Kota Banjar dijauhkan dari berbagai bencana maupun musibah.
Doa bersama juga merupakan ajang refleksi diri supaya di tahun yang akan datang lebih baik dan lebih peduli terhadap lingkungan.
Ketua FKUB Kota Banjar Endang Syarif mengatakan, doa bersama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.
“Kerukunan umat beragama harus dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya
Menurutnya, keberagaman merupakan anugerah, harmoni yang harus terus dirawat bersama agar menjadi pondasi kuat dalam menjalani kehidupan.
Doa bersama juga merupakan momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas keimanan. Terlebih di tengah musibah yang melanda saudara-saudara sesama umat manusia di Sumatera dan Aceh.
Baca Juga:Sepanjang 2025, Kejari Garut Setor Ke Kas Negara Hingga Rp 2 miliar LebihDua Wajah Kontras Kota Santri!
“Supaya mereka diberikan ketabahan dan kekuatan,” katanya. (Anto Sugiarto)
