TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembangunan infrastruktur olahraga sebagai salah satu prioritas utama dalam dua tahun ke depan.
Penegasan tersebut muncul seiring dengan kondisi Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja yang dinilai sangat memprihatinkan karena terbengkalai dan bahkan telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian singkong.
Menurut Cecep, keberadaan SOR Mangunreja sejatinya memiliki nilai strategis sebagai pusat pembinaan atlet dan pengembangan prestasi olahraga daerah. Namun, minimnya perhatian dan keterbatasan anggaran membuat fasilitas tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. SOR Mangunreja seharusnya menjadi kebanggaan dan pusat aktivitas olahraga masyarakat, bukan justru terbengkalai. Karena itu, pembangunan infrastruktur olahraga akan menjadi fokus kami dalam dua tahun ke depan,” tegas Cecep.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Cecep mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pimpinan DPR RI guna mengupayakan dukungan pemerintah pusat. Sejumlah program strategis telah diusulkan, di antaranya pembangunan SOR Mangunreja, penataan Pasar Panunjang Kembang, reaktivasi Stasiun Rajapolah, serta pembangunan kembali Dermaga Nusamanuk.
“Jika tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD Kabupaten Tasikmalaya, maka akan kami dorong melalui skema pendanaan pemerintah pusat. Ini bagian dari ikhtiar agar pembangunan tetap berjalan meski daerah memiliki keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Cecep juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan jajaran KONI Kabupaten Tasikmalaya atas dedikasi dan pengorbanan yang telah membuahkan prestasi, khususnya raihan medali emas.
Ia mengakui bahwa tahun 2026 akan dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran secara nasional yang berdampak langsung pada alokasi anggaran daerah, termasuk untuk sektor olahraga.
“Kami menyadari adanya keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi nasional. Namun, hal tersebut tidak boleh mematahkan semangat juang atlet dan insan olahraga. Pemerintah daerah tetap akan mengakomodasi pendanaan KONI sesuai dengan kemampuan APBD 2026,” katanya.
Cecep juga mengingatkan bahwa KONI merupakan rumah besar seluruh cabang olahraga yang harus bergerak secara kolektif dan sinergis. Selain dukungan pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menopang pembinaan olahraga yang berkelanjutan. (ujg)
