Katanya, tempat baru cukup nyaman. Pembeli memang belum seramai dulu, tapi ia menutupnya dengan kalimat yang cocok dipasang di baliho kampanye:
“Harapannya secerah yang kita harapkan.”
Ada sesuatu yang berubah di Kota Tasikmalaya siang itu.
PKL yang biasanya jadi masalah lalu lintas kini justru menjadi pusat perhatian.
Wali kota yang biasanya ditunggu-tunggu, kini justru menunggu giliran untuk makan.
Baca Juga:Polemik Proyek Padel di Kota Tasikmalaya: Rekomendasi Stop Pengerjaan Sementara DiabaikanPolres dan Pemkot Tasik Beri Ruang Inklusif: Siswa Difabel Disambangi Kapolres, Sekda Lepas Konvoi
Dan Jalan Pemuda—yang selama ini hanya jadi bayangan Masjid Agung tiba-tiba menjadi panggung baru bagi ekonomi kecil yang sedang belajar merangkak lagi.
Masih banyak yang harus diperbaiki.
Tapi seperti Yuyun yang bisa bahagia dengan Rp 70 ribu, selalu ada alasan kecil untuk optimis. Asal pemerintah tidak ikut-ikutan kecil juga. (red)
