Tiga Alasan Bartesaghi Layak Jadi Starter AC Milan dalam Derby della Madonnina

Davide Bartesaghi
Davide Bartesaghi Foto: Tangkapan layar Instagram@davidebartesaghii
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Persaingan di sisi kiri pertahanan AC Milan kian menarik menjelang Derby della Madonnina melawan Inter pada Minggu, 23 November mendatang.

Pervis Estupinan, bek kiri yang didatangkan dari Brighton seharga hampir €20 juta, tengah berada di bawah tekanan setelah performanya menurun pascacedera.

Di sisi lain, Davide Bartesaghi — pemain muda asli binaan Milan — terus menunjukkan perkembangan pesat dan layak dipertimbangkan sebagai starter.

Baca Juga:Chivu Lebih Pintar Lakukan Rotasi Pemain Dibandingkan Gasperini dan AllegriSpalletti Jadikan Rekrutan Damien Comolli Sebagai Pemain Cadangan Juventus

Massimiliano Allegri kini dihadapkan pada dilema penting: mempertahankan pengalaman Estupinan atau memberi kepercayaan kepada Bartesaghi yang tampil penuh energi dan disiplin.

Berikut tiga alasan mengapa Bartesaghi pantas menjadi starter dalam laga paling bergengsi di Serie A ini.

1. Konsistensi dan Ketangguhan Mental

Bartesaghi menunjukkan kematangan luar biasa untuk pemain berusia 19 tahun. Lahir dan besar di akademi Milan, ia memahami nilai dan tuntutan mengenakan seragam Rossoneri.

Saat Estupinan absen karena cedera dan skorsing, Bartesaghi selalu menjawab kepercayaan dengan performa solid.

Dalam laga melawan Juventus, Fiorentina, Pisa, dan Atalanta, ia memperlihatkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Ia tidak hanya disiplin dalam menjaga area sayap kiri, tetapi juga berani naik membantu serangan tanpa kehilangan fokus bertahan.

Kemampuan bertarungnya di duel satu lawan satu menjadi salah satu aset penting yang dibutuhkan Milan untuk menghadapi sayap cepat Inter seperti Denzel Dumfries atau Marcus Thuram.

Baca Juga:Presiden Napoli Sebut Pengunduran Diri Conte Omong Kosong dan Dongeng di Media SosialMarco Piccari: AC Milan Kurang Fokus, Inter dan AS Roma Kandidat Terkuat Peraih Scudetto

2. Estupinan Kehilangan Performa Terbaik

Estupinan tampil menjanjikan di awal musim, namun sejak kembali dari cedera, penampilannya menurun drastis.

Dalam hasil imbang 2-2 melawan Parma, ia melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol bagi lawan.

Kritik dari suporter dan media membuat kepercayaan dirinya terguncang, dan Allegri pun mulai mempertimbangkan opsi lain di sisi kiri pertahanan.

Secara statistik, kontribusi Estupinan di fase bertahan juga menurun.

Dalam tiga laga terakhirnya, ia gagal memenangkan lebih dari 45% duel dan sering kehilangan posisi ketika Milan diserang balik cepat.

Kondisi ini membuat posisinya kini tidak lagi aman.

3. Energi dan Loyalitas untuk Klub

Salah satu hal yang membuat Bartesaghi menonjol adalah loyalitasnya terhadap klub.

0 Komentar