Banjir Terjang 4 Desa di Pangandaran, Ratusan Rumah Terendam Akibat Curah Hujan Tinggi

Banjir Terjang 4 Desa di Pangandaran
Salah satu rumah di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir akibat luapan Sungai Citanduy, Selasa, 11 November 2025. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan Sungai Citanduy meluap, merendam empat desa di Kabupaten Pangandaran, Selasa, 11 November 2025.

Desa-desa yang terdampak meliputi Desa Sukanagara dan Desa Ciganjeng di Kecamatan Padaherang, serta Desa Pamotan dan Desa Kalipucang di Kecamatan Kalipucang.

Banjir di 4 desa di Pangandaran ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari ratusan keluarga.

Baca Juga:Bupati Citra Pitriyami Antusias Menantikan Perpanjangan Rute KA Pangandaran ke CilacapPuskeswan Pertama di Pangandaran Siap Cegah Rabies dan PMK, Meningkatkan Kesehatan Hewan di Daerah

Menurut Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, genangan air yang mencapai ketinggian lebih dari satu meter merendam ratusan rumah warga, mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari.

Bahkan, akses menuju satu dusun di Kecamatan Kalipucang terputus total akibat tingginya genangan air.

Peristiwa banjir terjang 4 desa di Pangandaran ini semakin diperparah oleh kondisi alam yang tak menentu.

Fenomena pancaroba dan pasang air laut menjadi faktor utama yang menghambat aliran Sungai Citanduy menuju laut, sehingga mengakibatkan meluapnya sungai di wilayah hilir, termasuk empat desa tersebut.

Menurut Nana, curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai menjadi pemicu utama terjadinya banjir besar di Pangandaran ini.

”Seiring terjadinya curah hujan yang tinggi di kawasan hulu Sungai Citanduy mengakibatkan luapan sungai di wilayah hilir yaitu di desa Sukanagara dan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang serta di Desa Pamotan, Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang,” ucapnya.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 295 Kepala Keluarga (KK) terdampak oleh bencana banjir Pangandaran ini.

Baca Juga:Kelola Laporan Keuangan dengan Software Penagihan dan FakturPohon Raksasa Tumbang di Pataruman Timpa Motor, Jalur Banjar–Pangandaran Sempat Terputus

Tim Tagana Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut dan melakukan assessment untuk menentukan kebutuhan darurat warga terdampak.

Beberapa kebutuhan yang sangat mendesak adalah perlengkapan kasur dan sembako, yang akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan situasi.

Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, H Dodo Kusnadi SP, menyatakan, pihaknya sedang melakukan pemantauan intensif di lapangan dan mengumpulkan data terkait dampak banjir yang melanda empat desa tersebut.

Dodo juga menambahkan, pihaknya berupaya untuk segera melakukan langkah-langkah penanggulangan darurat guna membantu korban terdampak. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar