Sedihnya Nelayan Pangandaran Berjibaku di Tengah Pencemaran, Jaring Ikan Malah Dapat Banyak Sampah

sampah di laut Pangandaran
Nelayan memilah sampah yang tertangkap jaring saat mencari ikan di Pantai Pangandaran, Senin 8 September 2025. (Ayu Sabrina/Radartasik.id)
0 Komentar

Tetapi di balik keramaian wisata, laut yang sama justru menjadi sumber kekhawatiran bagi masyarakat pesisir. Ketika arus membawa sampah dari berbagai tempat, nelayanlah yang pertama kali merasakannya.

Bagi sebagian orang, masalah sampah bisa jadi hanya soal kebersihan pantai. Namun bagi nelayan, ini menyangkut keberlangsungan hidup. Berkurangnya tangkapan berarti berkurangnya penghasilan untuk membayar biaya solar, memperbaiki jala, hingga menyekolahkan anak-anak.

“Kalau sampah ini dibiarkan, bukan cuma nelayan yang rugi. Laut yang kotor nggak akan menarik wisatawan lagi. Jadi sebenarnya ini masalah kita semua,” tutur Dedi.

Baca Juga:Data Laporan Harta Kekayaan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XIII-XV Kurang UpdateIni Dia Daftar Kekayaan Anggota DPR RI Dapil X dan XI Jawa Barat Menurut LHKPN KPK

Di saat banyak mata tertuju pada pariwisata, kehidupan nelayan Pangandaran justru semakin rapuh. Mereka masih menggantungkan harapan pada laut, sembari terus berjibaku dengan plastik-plastik yang tak pernah berhenti datang. Saat ikan dan sampah terus beradu di jala, pertarungan sesungguhnya bukan hanya soal siapa yang lebih banyak—tetapi tentang apakah laut masih bisa menjadi sumber kehidupan di masa depan. (Ayu Sabrina)

0 Komentar