TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penyakit Kusta atau Lepra masih belum hilang dari Indonesia. Infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf, hingga saluran pernapasan itu jadi satu penyakit yang konsisten bercokol di negeri ini.
Indonesia didapuk sebagai negara ketiga terbanyak di dunia yang punya kasus penyakit Kusta setelah Brazil dan India.
Kusta yang dikenal dengan nama ilmiah Hansen’s disease adalah penyakit kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae.
Baca Juga:Kunjungi Pesantren di Ciamis, Ganjar Pranowo Bahas Solusi Terkait TikTok ShopHATI-HATI! Indeks Sinar UV Tanggal 10 Oktober Bisa Bikin Kulit Terbakar, Gunakan Tabir Surya
Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization) menetapkan penyakit Kusta sebagai satu dari 20 penyakit tropis yang terlupakan dan ditargetkan bisa dihapus pada 2030 mendatang.
Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id di Indonesia, ada 7100 penderita Kusta baru dengan kasus anak mencapai 11%. Ada 17.000-20.000 kasus baru setiap tahunnya.
Sebenarnya, Indonesia telah mencapai penghapusan Kusta secara nasional pada tahun 2000 dengan angka prevalensi 0,9 per 10.000 penduduk.
Penanganan Kusta ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2019. Hingga kini, ada 98 kabupaten/kota yang belum mencapai penghapusan Kusta.
Tata laksana dan pencegahan Kusta di Indonesia belum optimal, setidaknya ada tiga faktor. Pertama, terlambat datang ke pelayanan kesehatan karena stigma dan akses kesehatan.
Kedua, terlambat didiagnosis karena faktor tenaga kesehatan. Ketiga, terlambat diobati karena ketersediaan obat, faktor tenaga kesehatan, serta jamkes untuk menangani komplikasi dan rehabilitasi yang tidak memadai.
Kementerian Kesehatan juga menjelaskan strategi percepatan penghapusan Kusta di antaranya, menggerakkan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sumber daya masyarakat. Meningkatkan kapasitas sistem pelayanan kesehatan.
Baca Juga:Cuaca Kota Tasikmalaya Hari Ini Akan Kembali Panas, Simak Tips Berikut Ini Biar Gak Kegerahan!Komunitas Tamiya Ditantang Bikin Kejurnas di Kota Tasikmalaya
Meningkatkan integrasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta. Terakhir, perkuat komitmen, kebijakan, dan manajemen program untuk tanggulangi Kusta.
Tidak lupa masyarakat juga harus waspada dengan gejalanya seperti bercak kulit yang berubah warna, mati rasa dan terlihat pudar pada kulit. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kelumpuhan, pemendekan jari, ulkus kronis, kebutaan, nyeri pada saraf, hingga sensasi terbakar di kulit. (Ayu Sabrina)
