Wujudkan PAUD Holistik Integratif di Kota Tasikmalaya, Buat Lingkungan Nyaman dan Menarik Bagi Anak

PAUD
Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, Gugus Tugas PAUD HI, Pusat Kegiatan Gugus, Tim Penggerak PKK dan Mitra PAUD saat mengikuti rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya di TK Pertiwi Kota Tasikmalaya, kemarin. (Diki Setiawan / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi program PAUD berkualitas bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, Gugus Tugas PAUD HI, Pusat Kegiatan Gugus, Tim Penggerak PKK dan Mitra PAUD di TK Pertiwi Kota Tasikmalaya, Sabtu (8/7/2023).

Melalui kegiatan koordinasi, perencanaan, supervisi dan evaluasi layanan bidang pendidikan tersebut diharapkan program PAUD ini bisa semakin berkualitas dengan berbagai pendekatan terhadap anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ir Hj Ely Suminar MP mengatakan, melalui kegiatan koordinasi bersama PAUD ini, diharapkan terwujudnya program PAUD yang berkualitas.

Baca Juga:PPDB SD Kota Tasikmalaya: Tes Calistung Dilarang, Diutamakan Kesiapan Belajar SiswaToko Jaya Abadi Tasikmalaya Rajanya Helm Cross Keren

“PAUD berkualitas adalah program yang mengikuti pedoman dan standar yang telah ditetapkan dalam kurikulum PAUD,” terang Ely, kepada Radar.

Menurutnya, beberapa karakteristik program PAUD berkualitas antara lain, pendekatan holistik artinya program harus memperhatikan perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak secara menyeluruh.

“Anak ditangani secara utuh dan diberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Jadi kurikulum yang berpusat pada anak,” terang dia.

Dia menyebutkan, dalam program ini harus menyediakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan potensi anak. Kurikulum harus mengutamakan pengalaman langsung dan eksplorasi, serta memberi ruang bagi kreativitas dan pemecahan masalah.

Menurutnya, sumber daya manusia yang berkualitas, guru dan pengasuh harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mendidik dan merawat anak.

“Mereka juga harus mampu membangun hubungan yang positif dengan anak dan keluarga. Dan lingkungan belajar yang mendukung,” paparnya.

Programnya, lanjut dia, harus menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menarik bagi anak. Lingkungan harus memfasilitasi pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional anak, serta mendorong eksplorasi dan interaksi sosial. Termasuk kolaborasi dengan keluarga dan komunitas.

Baca Juga:SMA Negeri 2 Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum MerdekaTurnamen Voli Membuka Rangkaian Hari Pajak di KPP Pratama Tasikmalaya

Programnya juga harus melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses pendidikan anak. Kemudian menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di komunitas, seperti lembaga pendidikan dan pemerintah setempat, untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini.

0 Komentar