Perempuan Muda Nekat Naik Tower Lagi

Perempuan Muda Nekat Naik Tower Lagi
0 Komentar

MANGKUBUMI, RADSIK – Publik tentunya masih ingat dengan peristiwa remaja perempuan yang naik tower di Kecamatan Mangkubumi beberapa waktu lalu. Belia berinisial TA (16) itu kembali melakukan ulah serupa dengan alasan serupa, Rabu (19/10/2022).

Dari informasi yang dihimpun Radar, hal itu terjadi sekitar pukul 10.00, di mana TA keluar dari rumahnya. Ibunya pun langsung mencarinya dan ternyata dia sudah ditemukan kembali naik ke atas tower.

Bedanya, kali ini dia bersedia kembali turun sendiri tanpa dievakuasi petugas. Ketika tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta petugas dari Koramil dan Polsek Mangkubumi datang, TA sudah berada di gubuk area sawah dengan kondisi menangis histeris.

Baca Juga:Kaipang GreenhopePetani, Nilai Tukar Petani, dan Kesejahteraan Petani

[membersonly display=”Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik” linkto=”https://radartasik.id/in” linktext=”Login”]

Selanjutnya, TA langsung dibawa ke rumahnya. Namun dia tak kunjung tenang.

Dia masih terus menangi sambil memanggil-manggil nama pria yang menjadi pujaannya sampai akhirnya tim medis dari Puskesmas Mangkubumi pun memberikan obat penenang.

Ibu TA, Nh (40) menceritakan, sebelumnya dia bersama warga kembali menemui keluarga pria pujaan TA. Sebagaimana rencana awal, warga ingin menikahkan TA dan mantan kekasihnya itu, namun hasilnya buntu. “Makanya pas anak saya minta ke sana lagi saya menahannya,” terangnya.

Sekitar pukul 10.00, TA keluar dari rumahnya dan tidak lama kemudian sang ibu mencarinya. Karena tidak menemukan di sekitar rumah, dia pun khawatir sang anak memanjat lagi tower. “Ternyata memang betul (naik tower),” ucapnya diselingi isak tangis.

Saat itu, warga sepakat untuk tidak mendekat ke tower seolah mengabaikannya. Namun hal itu tetap dilaporkan ke aparat. Di lokasi hanya sang ibu yang membujuk TA agar mau turun lagi. “Akhirnya dia mau turun lagi,” katanya.

Ketua RT setempat, Haris mengatakan dia bersama warga sudah kebingungan menangani TA. Di satu sisi kasihan, namun di sisi lain ada kekhawatiran terjadi hal yang tidak diinginkan. “Warga juga kewalahan kalau lagi kambuh,” terangnya.

Baca Juga:OPD Baru Segera DibentukWaspada, Jalan Perintis Berlubang

Pihaknya sempat ingin memfasilitasi agar TA diobati. Namun anak tersebut enggan. Ketika dibiarkan pun menurutnya bukan solusi juga karena khawatir karena aksi nekat itu bukan pertama kali dilakukannya. “Khawatir nanti terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

0 Komentar