Pelajar Harus Melek Politik, Pemilih Pemula Jangan Cuma Jadi Objek Politisi untuk Meraup Suara

politik
Demisioner Ketua PII Komisariat Joesdi Ghazali, M Jausan Kamil memandu diskusi politik di DPRD Kota Tasikmalaya. (foto: Firgiawan/Radartasik.id)
0 Komentar

“Pendidikan politik ini juga dapat membuat pelajar yang dalam hal ini generasi z atau millenial mempunyai kecenderungan aktif dalam media sosial atau digital native. Yang diharapkan tentunya dalam pemilu nanti baik pemilihan eksekutif ataupun legislatif mesti membawa sebuah narasi yang utuh bukan hanya sebatas citra yang di pampang,” harapnya.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Dr Ade Zaenul M menjelaskan, politik bukan merupakan urusan bapak-bapak saja. Adanya gerakan pemikiran membuat kegiatan edukasi dari kalangan pelajar, merupakan pemikiran yang jarang terbersit oleh pemilih usia remaja.

“Makanya kita support, kegiatan edukatif begini jangan sekali saja, bisa kontinyu. Sebab, saya berharap bicara generasi Z berdasarkan data KPU, usia kategori 1997-2012 ada 126.473 artinya 23,49 persen jumlah pemilih kategori ini, artinya signifikan jumlah pemilih di kisaran usia pelajar-mahasiswa,” analisisnya.

Baca Juga:Komunitas Santri Programer Tasikmalaya Dukung Gus Muhaimin Jadi Capres di 2024Heboh Fenomena Langit “Terbelah” di Ciamis, BMKG Ungkap Dua Kemungkinan Jadi Penyebab

Pesta demokrasi, kata dia, menjadi urusan bersama termasuk generasi muda. Sebab akan menentukan nasib bangsa. Sehingga kaum terpelajar juga harus ikut berperan.

“Politik bukan cuma urusan bapak-bapak, kakek-kakek, atau para senior kita. Tapi urusan kita bersama, bukan sebatas politik datang ke TPS tapi menentukan siapa calon-calon pemimpin yang akan kita berikan kepercayaan,” papar Ade.(igi)

0 Komentar