Study Tour ke Jogja, SDN Galunggung Berangkat Gunakan Kereta Api

Study tour
Siswa-siswi SDN Galunggung Tasikmalaya berangkat study tour dengan kereta api tengah malam tadi. (Ayu Sabrina B/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Terbitnya Surat Edaran Pj Gubernur Jawa Barat tentang study tour membuat sekolah yang sudah merencanakan karyawisata merasa waswas.

Sebab salah satu isi dari surat edaran itu adalah mengimbau study tour alias karyawisata dilaksanakan di dalam kota di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Seperti yang diungkapkan kepala SDN Galunggung Kota Tasikmalaya, Hj N Oon SPd.

Baca Juga:Lama Tak Terdengar, H Maman Padud Kota Banjar Tiba-Tiba Datangi Partai Golkar, Mau Apa?Daftar untuk Pilkada Banjar, Dimyati-Alam Disebut Sudah Penuhi Persyaratan Perseorangan

Ia menyebut bahwa murid-muridnya sudah merencanakan study tour ke Yogyakarta sejaknlama. Namun mereka tidak berangkat menggunakan bus, melainkan kereta api.

“Kami ke Yogyakarta naik kereta api dengan tujuan utama adalah Taman Pintar,” kata Oon pada Selasa, 14 Mei 2024.

Sementara Ida Rosida, wali kelas 5 SDN Galunggung mengaku sempat khawatir agenda study tour yang telah dirancang akan batal.

Sebab ia baru menerima surat edaran dari provinsi Jawa Barat pada hari Minggu 12 Mei. Sementara kegiatan diagendakan 14 Mei.

“Malam senin dari Disdik saya baru menerima. Dan kita akan berangkat Selas (14 Mei). Ya sempat khawatir gimana study tour ini. Sedangkan rencana ini sudah sejak lama,” akunya.

Menurutnya agenda karyawisata ke Taman Pintar Yogyakarta itu sudah direncanakan sejak lama.

Bahkan awalnya akan dilaksanakan pada bulan Desember tahun lalu.

Akan tetapi kondisi cuaca tidak mendukung karena memasuki musim hujan.

“Kemudian Februari juga sama. Nah kami putuskan untuk di Mei,” tutur Ida.

Baca Juga:Honorer Pemkot Banjar Diciduk Polisi Atas Kasus Dugaan PenipuanDimyati Gandeng Alam “Mbah Dukun” untuk Hadapi Pilkada Kota Banjar 2024

Akibat adanya surat edaran itu, lanjutnya, ia harus ‘kejar tayang’ menyiapkan seluruh berkas persyaratan dalam satu hari.

Mulai dari surat izin yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, hingga uji kelayakan oleh Dinas Perhubungan.

Namun lantaran 27 siswa itu akan naik kereta, Dishub pun pada akhirnya tak bisa melakukan uji kelayakan angkutan.

“Kita kan naik kereta api, Dishubnya bilang: apa yang harus diuji kelayakannya? Gak ada. Ya sudah kami mengantongi tanda kelayakan dari bus yang kami gunakan di Yogyakarta saja dan itu sudah keluar surat kelayakannya,” jelas Ida.

Terpisah, Kepala SDN Citapen, Ene Rosidah menerangkan bahwa sekolah dasar sekarang harus memutar otak.

0 Komentar