Dalam Kondisi Sakit, Diky Chandra Buka Kejuaraan Taekwondo Kota Tasikmalaya

kejuaraan taekwondo KONI Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Diky Candra bersama salah satu peserta usai membuka event taekwondo KONI Championship di Mayasari Plaza, Sabtu (8/11/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan olahraga meski kondisi kesehatannya sedang kurang baik. Bahkan, saat menghadiri Kejuaraan Taekwondo Antarunit Pengkot Kota Tasikmalaya di pusat perbelanjaan Mayasari, Sabtu (7/11/2026).

Kendati tengah menahan sakit, Diky tetap hadir untuk membuka kejuaraan yang dikemas dalam KONI Championship II tersebut. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet Taekwondo di Kota Tasikmalaya.

Dalam kesempatan itu, Diky memberikan motivasi kepada para atlet agar terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter.

Baca Juga:GERINDRA DAN KDM: SIAPA MEMBUTUHKAN SIAPA?Kuda Hitam Gerindra!

Diky mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menilai, kegiatan yang digelar jajaran pengurus Taekwondo itu tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif kepada para atlet.

“Yang luar biasa menurut saya, pengurus telah membangun kebiasaan yang sangat baik. Semua atlet diwajibkan hormat kepada orang tua. Bahkan, tadi ada prosesinya,” kata Diky.

Menurutnya, kebiasaan menghormati orang tua merupakan pendidikan karakter yang sangat penting. Terlebih, para atlet masih berada dalam proses pembinaan dan membutuhkan bekal nilai-nilai kehidupan selain kemampuan olahraga.

“Jadi, selain ilmu bela diri, prestasi, menguatkan skill bela diri, dan kebersamaan, kegiatan ini juga menanamkan jiwa hormat kepada orang tua. Salut untuk jajaran pengcab,” ujarnya.

Diky menegaskan, keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata diukur dari banyaknya medali yang diperoleh. Sikap dan perilaku juga menjadi bagian penting yang harus dibangun sejak proses latihan hingga mengikuti pertandingan.

Menurutnya, kemampuan bela diri harus diiringi dengan kedisiplinan, etika, sportivitas, serta rasa hormat terhadap orang tua dan sesama.

“Jangan sampai kita hanya mengejar prestasi, tetapi melupakan bagaimana membentuk karakter atlet. Karena olahraga juga menjadi sarana pendidikan, terutama dalam membangun kedisiplinan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Baca Juga:Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota Tasikmalaya

Pada kesempatan yang sama, Diky juga melepas atlet Taekwondo Kota Tasikmalaya yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Prosesi pelepasan dilakukan bersama para orang tua atlet.

0 Komentar