PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Penantian panjang para guru ngaji di Kabupaten Pangandaran untuk menerima insentif yang tertunggak sejak 2022 mulai menemui titik terang.
Namun, penyelesaiannya masih harus ditempuh lewat jalan cicilan. Dari total kewajiban Rp7,5 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran baru mampu membayar Rp2,5 miliar.
Artinya, masih ada tunggakan Rp5 miliar yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Baca Juga:FKS Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Rumah TanggaHonda DAM Beri Diskon Servis 30 Persen untuk Pelajar dan Mahasiswa di Jawa Barat
Di tengah tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, pembayaran insentif program Pangandaran Mengaji itu dilakukan secara bertahap.
Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengatakan, pencairan Rp2,5 miliar merupakan pembayaran tahap awal untuk memenuhi kewajiban pemerintah kepada para guru ngaji yang sudah menunggu selama beberapa tahun.
“Dari total Rp7,5 miliar, sekarang kita menyalurkan baru Rp2,5 miliar. Jadi kurang lebih Rp400.000 per orang. Totalnya itu Rp7,5 miliar tunggakannya, utang yang belum terbayarkan,” kata Citra kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).
Dengan pencairan tersebut, setiap penerima memperoleh sekitar Rp400.000. Nilai itu setara dengan insentif untuk empat bulan.
Sementara itu, hak guru ngaji yang belum dibayarkan masih menyisakan delapan bulan.
Citra memastikan pemerintah daerah akan terus mengangsur kewajiban tersebut setiap tahun. Ia menargetkan seluruh tunggakan dapat diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir.
“Jadi masih delapan bulan lagi. Pokoknya di masa jabatan saya insyaallah itu lunas. Jadi dicicil saja per tahun,” tegasnya.
Baca Juga:Penanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu KolaborasiGenangan di Kota Tasikmalaya Bukan Sekadar karena Hujan, Sampah dan Kabel Utilitas Hambat Saluran
Komitmen tersebut menjadi angin segar bagi para guru ngaji. Meski demikian, pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.
Sebab, pencairan tahap awal baru menutup sebagian kewajiban, sedangkan hak para penerima masih menunggu pelunasan.
Di sisi lain, Tokoh Muda NU Pangandaran, Arief Rahman Hakim, mengapresiasi langkah Bupati Citra yang mulai merealisasikan pembayaran tunggakan tersebut.
Menurut dia, perhatian terhadap guru ngaji tetap penting meskipun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Di saat keuangan daerah sedang sulit, Bu Citra masih peduli dan memperhatikan para guru ngaji yang sudah bertahun-tahun menantikan realisasi insentif ini. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang selama ini turut membangun pendidikan karakter masyarakat,” tuturnya.
