Arief menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak semestinya hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik.
Pembangunan manusia melalui pendidikan agama, pembentukan akhlak, serta penanaman nilai moral sejak usia dini juga harus mendapat perhatian serius.
Menurutnya, guru ngaji memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Baca Juga:FKS Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Rumah TanggaHonda DAM Beri Diskon Servis 30 Persen untuk Pelajar dan Mahasiswa di Jawa Barat
Mereka selama ini konsisten membina masyarakat di tingkat akar rumput dan turut menyiapkan generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah.
“Para guru ngaji adalah pejuang yang selama ini berjuang tanpa pamrih membentuk karakter anak-anak kita. Mereka merupakan salah satu garda terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah di Pangandaran,” pungkasnya.
Kini, tantangannya bukan sekadar memulai pembayaran, melainkan memastikan janji pelunasan benar-benar terealisasi.
Sebab, bagi para guru ngaji, apresiasi pemerintah tentu lebih bermakna ketika hak yang tertunda akhirnya dibayar lunas. (deni nurdiansah)
