Nelayan Pangandaran Temukan Benda Mirip Granat, Gegana Diterjunkan

Jaring Nelayan Angkat Granat
Sebuah benda mirip granat mortir ditemukan di Pantai Timur Pangandaran, Jumat (6/11/2026). istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan Pantai Timur Pangandaran mendadak menyimpan kejutan berbahaya.

Bukan ikan besar yang tersangkut di jaring, melainkan sebuah benda keras mencurigakan yang bentuknya menyerupai granat mortir.

Temuan tersebut membuat suasana pesisir Pantai Pasir Putih, kawasan Cagar Alam Pangandaran, mendadak tegang pada Jumat (6/11/2026).

Baca Juga:Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Dorong Tukang Bangunan Bersertifikat, Pelatihan Baja Ringan Tingkatkan SkillFKS Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Benda mencurigakan itu ditemukan nelayan bernama Ade Lasamsudin sekitar pukul 08.45 WIB saat sedang mencari ikan.

Ketika menarik jaring, ia merasakan beban tidak biasa akibat sebuah benda keras yang tersangkut.

“Waktu jaring saya tarik ke atas, rasanya berat sekali dan ada benda keras yang tersangkut. Setelah saya lihat lebih dekat, bentuknya menyerupai pipa besi padat dengan ujung yang tidak lazim,” ungkap Ade.

Merasa curiga dengan benda berbentuk besi tersebut, Ade mengangkatnya dari jaring dan membawanya ke bibir pantai. Ia kemudian memperlihatkan temuan itu kepada sejumlah rekan sesama nelayan.

Situasi langsung berubah setelah salah seorang nelayan menduga benda tersebut menyerupai bahan peledak atau amunisi militer peninggalan Perang Dunia II.

Tak ingin mengambil risiko, Ade segera melaporkan temuannya ke Mapolsek Pangandaran.

Sebab, benda yang awalnya dikira sekadar besi tua itu berpotensi menyimpan ancaman serius.

Baca Juga:Honda DAM Beri Diskon Servis 30 Persen untuk Pelajar dan Mahasiswa di Jawa BaratPenanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu Kolaborasi

Merespons laporan tersebut, personel gabungan Sat Samapta Polres Pangandaran dan Polsek Pangandaran langsung mendatangi lokasi.

Polisi memasang garis pengamanan untuk membatasi akses warga maupun wisatawan ke sekitar titik penemuan.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Pangandaran AKP Mohammad Farkhan mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan agar tidak mendekati lokasi.

“Kami langsung menginstruksikan anggota di lapangan untuk melokalisir area. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, para nelayan, maupun wisatawan yang sedang berlibur di Pantai Timur Pangandaran agar untuk sementara waktu tidak mendekati titik penemuan demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh, menggeser, apalagi memindahkan benda tersebut secara mandiri.

Penanganan benda mencurigakan itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Polisi pun berkoordinasi dengan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan sesuai prosedur pengamanan bahan peledak.

0 Komentar