TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persaingan di sektor jasa konstruksi semakin menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang terukur.
Pengalaman bertahun-tahun di lapangan tetap menjadi modal penting, tetapi kini kompetensi juga perlu dibuktikan melalui pelatihan dan sertifikasi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya berupaya mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi agar para pekerja lokal tidak hanya piawai menggunakan alat, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi.
Baca Juga:FKS Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Rumah TanggaHonda DAM Beri Diskon Servis 30 Persen untuk Pelajar dan Mahasiswa di Jawa Barat
Salah satu langkah yang dilakukan tahun ini adalah menggelar pelatihan pemasangan rangka atap baja ringan melalui kolaborasi dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI). Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dan menghasilkan sertifikat pelatihan.
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Leli Yulita mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tenaga kerja konstruksi di daerah.
“Alhamdulillah, kemarin kami berkolaborasi dengan HAPI. Ada 30 orang peserta yang mendapatkan sertifikat pelatihan pemasangan rangka atap baja ringan,” ujarnya, belum lama ini.
Dia menjelaskan, secara umum terdapat amanat peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi sebanyak 75 orang per tahun. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Untuk tahun ini, anggaran yang tersedia dialokasikan bagi pelatihan 25 orang. Sementara melalui kolaborasi dengan pihak lain, jumlah peserta yang memperoleh pelatihan dapat mencapai 30 orang.
Menurut Leli, perhatian terhadap tenaga kerja konstruksi tingkat SMA atau STM menjadi penting.
Sebab, sebagian pekerja lapangan belum memiliki sertifikat keterampilan, padahal dokumen kompetensi semakin dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi, termasuk dalam proses pengadaan atau lelang.
Baca Juga:Penanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu KolaborasiGenangan di Kota Tasikmalaya Bukan Sekadar karena Hujan, Sampah dan Kabel Utilitas Hambat Saluran
“Kalau sekarang lelang dan sebagainya harus menyertakan sertifikat keahlian maupun keterampilan. Nah, kalangan pekerja bawah ini masih banyak yang belum punya,” jelasnya.
Selama ini, pihaknya juga berupaya menjaring peserta dari kalangan masyarakat jasa konstruksi, termasuk para tukang yang bekerja di perusahaan kontraktor.
Bahkan, keterlibatan perwakilan dari 10 kecamatan menjadi salah satu cara memperluas akses peningkatan keterampilan. Setiap kecamatan mengusulkan sekitar tiga orang untuk mengikuti pelatihan.
Leli berharap, ke depan program tersebut tidak berhenti pada pelatihan saja.
