“Kami berharap BGN mengkaji ulang aturan yang sekarang diterapkan. Kondisi setiap daerah berbeda, sehingga kebijakan juga harus mempertimbangkan situasi masing-masing wilayah,” ujarnya.
Ia juga meminta data administrasi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Harus ada keseimbangan antara data dan realitas. Jangan sampai jumlah penerima manfaat, kebutuhan relawan, dan kondisi operasional dapur tidak sesuai,” katanya.
Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas
Robi berharap perubahan juknis disosialisasikan secara jelas kepada seluruh mitra agar pelaksana program tidak kebingungan dalam menjalankan kegiatan.
“Jangan sampai perubahan skema operasional justru menjadi dilema bagi mitra. Kami mendukung program MBG, tetapi aturan yang dibuat harus bisa diterapkan dan tidak merugikan pihak yang selama ini ikut menjalankannya,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
