MES Tasikmalaya Satukan Kota dan Kabupaten, 99 Pengurus Siap Perkuat Ekonomi Syariah

Pelantikan mes tasikmalaya
Pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah di Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026). Istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 99 pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Tasikmalaya periode 1448–1451 H resmi dilantik di Aula Bale Priangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026).

Jumlah 99 pengurus tersebut bukan sekadar angka dalam struktur organisasi. Angka itu memiliki filosofi yang merujuk pada 99 Asmaul Husna atau nama-nama indah Allah SWT.

Ketua PD MES Tasikmalaya, Prof. Dr. H. Kartawan, mengatakan filosofi tersebut sengaja dipertahankan sebagai identitas kepengurusan. Harapannya, nilai-nilai Asmaul Husna dapat menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi sekaligus mengembangkan ekonomi syariah.

Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

“Angka 99 ini bukan hanya menunjukkan jumlah pengurus. Di dalamnya ada filosofi 99 Asmaul Husna yang harus menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai ketuhanan harus tercermin dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Nilai-nilai Asmaul Husna harus menjadi inspirasi dalam menjalankan organisasi. Aktivitas ekonomi dan pengelolaan organisasi harus berpijak pada nilai ketuhanan, akhlak mulia, dan kemaslahatan,” katanya.

Salah satu kekuatan kepengurusan MES Tasikmalaya periode ini adalah keterwakilan unsur Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kolaborasi dua wilayah tersebut dinilai penting untuk memperluas gerakan ekonomi syariah di Tasikmalaya Raya. Terlebih, masing-masing daerah memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi.

Kota Tasikmalaya memiliki kekuatan di sektor perdagangan, jasa, industri kreatif, dan keuangan. Sementara Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar di sektor pertanian, pesantren, UMKM, serta ekonomi berbasis masyarakat.

Dengan menyatukan kedua kekuatan tersebut, MES diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas.

“Potensi yang dimiliki Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sangat besar. Ini harus menjadi kekuatan bersama. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri, padahal memiliki tujuan yang sama,” ungkapnya.

Baca Juga:Masalah Kepatutan Jangan Terulang, Masalah Dewas Tak Boleh Terulang di Baznas Kota TasikmalayaVape Mulai Jadi Barang Terlarang di Mapolres Tasikmalaya Kota

Menurut Prof. Kartawan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan organisasi, tetapi harus melibatkan pemerintah, ulama, pesantren, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.

“Karena itu, sinergi menjadi sangat penting. Kita harus membangun kebersamaan agar ekonomi syariah benar-benar berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan peluncuran buku ekonomi syariah. Sejumlah unsur strategis hadir, di antaranya Wali Kota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang mewakili Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, pimpinan MUI Kota dan Kabupaten, Bank Indonesia, OJK, BSI, BPRS Al-Madinah, Badan Wakaf Indonesia, IAEI, Universitas Siliwangi, pimpinan perguruan tinggi, serta pondok pesantren.

0 Komentar