MES Tasikmalaya Satukan Kota dan Kabupaten, 99 Pengurus Siap Perkuat Ekonomi Syariah

Pelantikan mes tasikmalaya
Pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah di Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026). Istimewa
0 Komentar

Prof Karatawan juga menyoroti besarnya potensi keagamaan di Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya memiliki sekitar 286 pesantren, sedangkan Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1.000 pesantren. Menurutnya, keberadaan ribuan pesantren tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting untuk memperkuat ekonomi syariah.

“Pesantren memiliki potensi besar. Ini bukan hanya kekuatan dalam pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya identitas religius harus diikuti dengan praktik kehidupan sosial dan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ia menyinggung data indeks kota Islami dari Maarif Institute yang menempatkan Tasikmalaya pada urutan ke-18 dari 29 kota.

Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

“Ini menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Jangan sampai identitas religius hanya terlihat dari luar, tetapi belum sepenuhnya tercermin dalam praktik kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan para pengurus, Prof. Kartawan juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang mengutamakan kolaborasi. Dalam perbankan pun, meski masing-masing lembaga bersaing mendapatkan nasabah, mereka tetap bisa bekerja sama dalam penyediaan fasilitas ATM bersama.

“Jangan hanya melihat kompetisi. Kita juga harus melihat peluang kolaborasi. Dengan bekerja sama, sesuatu yang sulit dilakukan sendiri bisa menjadi lebih mudah,” katanya.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat 99 pengurus MES Tasikmalaya berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki jaringan masing-masing.

“Berbagai potensi yang kita miliki harus disinergikan. Mari kita mulai dari Tasikmalaya,” tegasnya.(Ujang Nandar)

0 Komentar