KONI Pangandaran mencatat sekitar 70 atlet akan berlaga pada Porprov 2026. Jika digabungkan dengan jajaran ofisial, jumlah kontingen diperkirakan mencapai 100 orang.
Rombongan dijadwalkan mulai berangkat ke lokasi pertandingan pada tanggal 3, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Untuk urusan teknis keberangkatan, akomodasi, konsumsi, hingga perlengkapan kontingen, pengelolaannya berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga:LPPOM Dorong Ekosistem Halal Industri Bakso di TasikmalayaSeperempat Abad SOG Tasikmalaya: Vespa, Persaudaraan, dan Hydro Coplo!
Sementara itu, KONI menjalankan peran sebagai panitia penyelenggara sekaligus mengupayakan pembinaan atlet sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Arief menyebut KONI hanya mampu mengalokasikan anggaran pembinaan sebesar Rp5 juta untuk masing-masing cabor dari total 14 cabor yang diikuti.
Besaran tersebut menjadi gambaran terbatasnya dukungan pembinaan yang tersedia di tengah tuntutan untuk mempersiapkan atlet agar mampu bersaing.
“Keberangkatan secara teknis diatur oleh Dispora, KONI hanya sebagai panitia penyelenggara saja. Untuk kendala utama saat ini ada di transportasi dan pembinaan yang belum begitu maksimal karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya.
Dengan waktu persiapan yang terus menyempit, persoalan anggaran, transportasi, dan jaminan kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebab, target meraih medali tidak cukup hanya mengandalkan semangat atlet dan kerja keras pengurus.
Dukungan nyata sejak proses pembinaan menjadi bagian penting agar perjuangan di arena pertandingan tidak justru dibebani persoalan yang semestinya dapat diselesaikan sebelum kompetisi dimulai. (deni nurdiansah)
