Usai Honda Bikers Day 2026, Ini 7 Tips Merawat Motor agar Tetap Prima Setelah Touring Jarak Jauh

Perawatan setelah touring
Perawatan setelah touring menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui kondisi sepeda motor setelah digunakan dalam perjalanan panjang. (DAM For Radartasik.id)
0 Komentar

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa sepeda motor ke AHASS untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kampas rem yang aus atau komponen pengereman yang bermasalah tidak boleh diabaikan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

6. Periksa Kondisi dan Tekanan Angin Ban

Ban merupakan satu-satunya bagian sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya sangat berpengaruh terhadap kestabilan kendaraan, daya cengkeram, dan kenyamanan saat berkendara.

Setelah touring, periksa permukaan ban untuk memastikan tidak terdapat retakan, keausan berlebihan, benda asing yang menancap, atau kerusakan lainnya. Tekanan angin juga perlu disesuaikan dengan rekomendasi Honda untuk tipe sepeda motor yang digunakan.

Baca Juga:Punya Rumah Sendiri Makin Terjangkau? BPJS Ketenagakerjaan Punya Program KPR hingga Rp 500 JutaAsuransi Aing Jabar Perluas Perlindungan Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Dukung Optimalisas

Ban yang sudah aus atau rusak sebaiknya segera ditangani. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena sepeda motor masih dapat dikendarai, sebab kondisi ban yang tidak optimal dapat memengaruhi keselamatan, terutama saat menghadapi jalan basah atau pengereman mendadak.

7. Periksa Rantai, Gear, dan Komponen CVT

Pemeriksaan berikutnya perlu disesuaikan dengan jenis sepeda motor. Pada motor cub dan sport yang menggunakan rantai, pemilik kendaraan perlu memastikan kondisi rantai dan gear, termasuk tingkat kekencangan serta pelumasannya.

Rantai yang terlalu kendur atau terlalu kencang dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan mempercepat keausan komponen. Penyetelan sebaiknya mengikuti spesifikasi yang ditetapkan pabrikan.

Sementara itu, pengguna sepeda motor matik perlu memperhatikan kondisi sistem Continuously Variable Transmission (CVT), termasuk V-belt dan komponen pendukungnya. Pemeriksaan dan penggantian dilakukan sesuai jadwal perawatan untuk model kendaraan masing-masing.

Jika muncul suara tidak normal, getaran berlebihan, atau penurunan performa saat berakselerasi, segera konsultasikan kondisi kendaraan kepada mekanik AHASS.

Jangan Abaikan Servis Setelah Touring

Perawatan setelah touring menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui kondisi sepeda motor setelah digunakan dalam perjalanan panjang. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Meski sejumlah pemeriksaan dasar dapat dilakukan sendiri, komponen yang memerlukan penanganan teknis sebaiknya diperiksa oleh mekanik berpengalaman. Pemilik sepeda motor Honda dianjurkan melakukan servis berkala di bengkel resmi Honda atau AHASS agar pemeriksaan dan perawatan mengikuti standar yang direkomendasikan pabrikan.

0 Komentar