Wanoja Perjuangan Pangandaran Kawal Isu Perempuan, dari Kekerasan hingga Ekonomi Keluarga

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap
Kegiatan Wanoja Perjuangan di salah satu hotel Kabupaten Pangandaran, Rabu (28/10/2026). Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Persoalan perempuan tak cukup hanya didengar, tetapi perlu dikawal hingga menemukan jalan keluar.

Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan terhadap anak, hingga tekanan ekonomi keluarga, menjadi sejumlah isu yang menjadi perhatian Wanoja Perjuangan di Kabupaten Pangandaran.

Organisasi kemanusiaan perempuan tersebut menegaskan komitmennya untuk mengadvokasi berbagai persoalan perempuan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Hj Ida Nuralela, mengatakan perempuan bukan sekadar pelengkap dalam perjuangan, melainkan bagian penting yang harus mendapat ruang, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang.

“Harus tahu dulu bahwa perempuan di wadah PDI Perjuangan itu bukan sebagai pelengkap, tetapi merupakan tujuan dari perjuangan,” ungkap Ida, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, Wanoja Perjuangan hadir di berbagai kabupaten di Jawa Barat. Di tingkat kabupaten, istri ketua DPC PDI Perjuangan secara ex officio menjabat sebagai ketua organisasi tersebut.

Menurut Ida, fokus utama Wanoja Perjuangan adalah menampung aspirasi, memberikan pendampingan, serta mengawal persoalan sosial yang dihadapi perempuan.

Organisasi ini juga turun langsung ke daerah untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Tujuannya adalah mengadvokasi isu-isu perempuan. Seperti kekerasan terhadap perempuan, itu kami tampung. Kami juga turun ke daerah-daerah. Kegiatan yang kami himpun jelas untuk kesejahteraan perempuan,” ujarnya.

Selain persoalan kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan terhadap anak, Wanoja Perjuangan turut menaruh perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, serta pemulihan ekonomi keluarga.

Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri

Ida menilai persoalan ekonomi dapat memperburuk kerentanan perempuan dalam rumah tangga. Karena itu, peningkatan kemampuan ekonomi perempuan menjadi salah satu upaya yang ingin didorong organisasi tersebut.

“Banyak sekali perempuan yang karena urusan ekonomi mereka dianiaya oleh suaminya. Jadi, saya ingin meningkatkan kualitas perekonomiannya di beberapa lingkungan perempuan,” katanya.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.

Dalam menangani persoalan sosial dan hukum, Wanoja Perjuangan juga berkolaborasi dengan instansi pemerintah daerah, di antaranya Dinas KB PMPD dan Dinas Sosial. Organisasi ini turut terlibat dalam program penanganan stunting.

0 Komentar